Diabetes memang sudah sangat dikenal sebagai penyakit yang dapat mengundang munculnya berbagai komplikasi. Apalagi jika diabetes yang diderita sudah sangat akut dan menahun. Namun bukan berarti bahwa penderita yang baru saja menderita diabetes tidak beresiko atau lebih tepatnya belum beresiko terkena komplikasi diabetes. Perlu diingat bahwa dengan tidak adanya perubahan gaya hidup, pola makan, pengendalian terhadap berat badan serta penambahan aktifitas fisik maka akan semakin mempertinggi resiko munculnya komplikasi diabetes mellitus tersebut.

Terkait dengan perubahan gaya hidup, pola makan, pengendalian berat badan dan penambahan aktifitas fisik, perlu diketahui bahwa semua itu penting untuk dilakukan guna menjaga agar kadar gula darah penderita dapat selalu mendekati normal. Mengapa hanya mendekati  normal bukan stabil? Hal ini mengingat kadar gula darah yang benar-benar stabil akan sangat sulit untuk dicapai.

Peningkatan kadar gula darah sebenarnya juga terjadi pada orang normal. Peningkatan kadar gula darah yang terjadi dianggap wajar karena dengan adanya asupan makanan secara rutin maka secara otomatis akan dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun beruntung sekali orang normal masih memiliki produksi insulin dalam jumlah yang cukup guna mengontrol kadar gula darahnya sehingga dapat tetap stabil. Hal ini juga berhubungan dengan sensitifitas tubuh terhadap insulin yang ada yang masih cukup baik sehingga fungsi insulin pun tidak akan terganggu.

Penyempitan Pembuluh Darah Tidak Hanya Akan Meningkatkan Resiko Tekanan Darah Tinggi dan StrokeBerbeda halnya dengan orang normal yang dapat selalu mengontrol kadar gula darahnya setiap saat, penderita diabetes harus berjuang keras demi menjaga kadar gula darahnya agar dapat selalu mendekati normal. Hal ini terkait dengan berkurangnya produksi insulin di dalam tubuh akibat kerusakan yang dialami oleh sel beta pankreas. Begitu juga halnya dengan sensitifitas tubuh terhadap insulin yang berkurang sehingga insulin tidak dapat bekerja secara optimal.

Seperti yang telah dijelaskan di awal tadi bahwa dengan selalu menjaga kadar gula darahnya, maka resiko komplikasi DM pun dapat dikurangi. Namun hal ini bukan berarti bahwa dengan menjaga kadar gula darah, penderita akan sepenuhnya terbebas dari komplikasi tersebut. Perlu diingat bahwa untuk benar-benar dapat terhindar dari komplikasi diabetes melitus, maka harus terlebih dahulu mengatasi akar penyebab diabetes. Lalu apa saja sebenarnya komplikasi diabetes yang muncul?

Bapak Ibu

Gangguan Fungsi Ginjal

Gangguan fungsi ginjal terjadi akibat kerja ginjal yang terlalu berat. Perlu diingat bahwa tugas ginjal adalah menyaring zat sisa yang sifatnya racun dari zat makanan. Zat-zat sisa tersebut nantinya akan dibuang ke luar tubuh dalam bentuk urin.

Pada penderita diabetes dimana kadar gula darahnya meningkat drastis, ginjal terpaksa harus menyerap kelebihan gula dalam darah untuk selanjutnya dibuang bersama dengan urin. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan ginjal dalam hal menahan kelebihan gula dalam darah. Terkait dengan fungsi ginjal yang satu ini, ginjal memiliki nilai batas ambang ginjal dalam hal menahan kelebihan gula dalam darah. Jika kadar gula dalam darah melebihi nilai batas ambang ginjal, yaitu 180 mg/dL maka ginjal pun terpaksa harus menyaring gula tersebut untuk dibuang bersama dengan urin.

Dengan masuknya gula ke dalam ginjal secara terus menerus maka akibatnya akan dapat mengganggu fungsi ginjal, terutama pembuluh darah halus ginjal. Jika tidak segera diketahui dan mendapatkan penanganan yang tepat maka dapat terjadi disfungsi ginjal yang nantinya berkembang menjadi kerusakan ginjal. Jika sudah demikian biasanya dokter akan menyarankan penderita untuk segera melakukan cuci darah secara rutin guna menggantikan tugas ginjal. Namun ini dilakukan hanya sebagai alternatif sampai penderita mendapatkan cangkok ginjal.

Gangguan Penglihatan

Gangguan penglihatan yang terjadi disebabkan oleh tingginya kadar gula darah penderita. Tingginya kadar gula darah tersebut nantinya tidak hanya akan mempengaruhi kerja pembuluh darah melainkan juga dapat mempengaruhi saraf. Jika keduanya terjadi maka akibatnya akan sangat fatal bagi penderita.

Umumnya gangguan penglihatan yang terjadi hanya sebatas penglihatan yang berkurang sehingga penderita akan lebih cenderung untuk terus berganti kacamata. Ketika gejala ini muncul sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mata secara mendalam agar dapat diketahui apakah memang terjadi gangguan pada mata penderita atau tidak. Hal ini guna mencegah terjadinya kerusakan pada mata yang lebih parah sehingga resiko kebutaan dapat dicegah atau bahkan dihindari.

Gangguan Fungsi Jantung

Penyempitan pada Pembuluh Darah Dapat Mengakibatkan Gangguan pada JantungSelain gangguan penglihatan dan ginjal, kadar gula darah yang meningkat juga dapat mengakibatkan gangguan fungsi jantung. Gangguan fungsi jantung yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah yang terjadi tentu saja akan berdampak pada kinerja jantung sebagai pemompa darah. Hal ini mengingat dengan adanya penyempitan pembuluh darah yang terjadi maka jantung akan kekurangan suplai oksigen dan juga nutrisi penting yang diperlukan guna menjaga fungsinya.

Gangguan Saraf Tepi

Gangguan saraf tepi ini sebenarnya termasuk dalam kategori komplikasi diabetes melitus ringan. Mengapa dianggap komplikasi diabetes ringan? Hal ini karena umumnya gangguan saraf tepi terjadi pada seseorang yang baru saja menderita diabetes. Gangguan saraf tepi ini nantinya akan menimbulkan gejala seperti kesemutan sampai nyeri pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki dan tangan.

Mengingat komplikasi yang dapat dipicu oleh diabetes beragam jenisnya, maka sudah seharusnya jika diabetes dicegah sejak dini. Dengan mencegah diabetes maka otomatis komplikasi diabetes pun dapat dicegah. Namun jika memang sudah terlanjur menderita diabetes, hal terpenting yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, dan penambahan aktifitas fisik sesuai kemampuan.

Terkait dengan pencegahan komplikasi diabetes ini, Tahitian Noni yang merupakan obat kencing manis yang dapat digunakan sebagai pendamping obat dokter, terbukti dapat mengurangi terjadinya komplikasi dengan mengatasi akar penyebab diabetes. Ini artinya komplikasi yang sudah terlanjur dialami penderita nantinya akan dapat diatasi secara bertahap dengan mengkonsumsi Tahitian Noni secara teratur.

Klik DI SINI untuk terhindar dari komplikasi kencing manis