Benarkah Kerusakan Mata Bisa Terjadi Akibat Penyakit Diabetes?

Posted by in Akibat DM

Akibat penyakit diabetes bukan hanya mampu menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital seperti jantung dan juga ginjal. Ternyata organ mata juga sangat rentan mengalami kerusakan akibat gula darah tinggi. Hal tersebut terjadi karena saraf di bagian mata akan mengalami kerusakan akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi. Dari fakta tersebut, anda yang saat ini masih kesulitan menjaga kadar gula darah hendaknya harus lebih berhati-hati. Tidak main-main, penderita penyakit diabetes melitus berpotensi mengalami 3 macam jenis kerusakan mata yang diakibatkan penyakit diabetes yang tidak terkontrol. Anda masih belum mengetahui dengan jelas mengenai 3 macam jenis kerusakan mata yang rentan dialami oleh penderita penyakit diabetes tersebut? Bila memang anda belum mengetahuinya, sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk mempelajarinya lebih detail di sini. 3 Jenis Kerusakan Mata Akibat Penyakit Diabetes Melitus Melihat dari beberapa penderita penyakit diabetes melitus yang sudah mengalami kerusakan mata, ada 3 macam jenis kerusakan mata yang paling sering diderita. Berikut adalah 3 macam jenis kerusakan mata akibat penyakit diabetes tersebut diurutkan dari yang paling berbahaya: Glaukoma Glaukoma merupakan jenis kerusakan mata pada penderita penyakit diabetes melitus yang paling berbahaya. Karena kerusakan mata ini lebih berpotensi menyebabkan kebutaan. Glaukoma bisa terjadi karena tingginya tekanan pada bola mata. Peningkatan tekanan bola mata tersebut terjadi seiring meningkatnya kadar gula darah di dalam tubuh. Kerusakan mata jenis ini sering sekali diderita oleh orang-orang yang sudah menderita penyakit diabetes melitus tipe 2 kurang lebih selama 15 sampai 20 tahunan. Seseorang yang baru menderita Glaukoma memang jarang merasakan gejala apapun. Namun ketika kerusakan mata semakin parah, mulai muncul beberapa gejala seperti sakit kepala dan muntah-muntah. Retinopati Memang tidak sama berbahayanya dengan Glaukoma, namun Retinopati juga patut diwaspadai. Karena kerusakan mata jenis ini juga dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani secepat mungkin. Retinopati adalah kerusakan mata yang muncul karena kerusakan pada bagian retina. Seseorang yang mengalami gangguan mata ini akan mulai merasakan beberapa gejala seperti: Pandangan mulai kabur dan terkadang berwarna keabu-abuan. Ketika melihat sebuah garis lurus, maka garis tersebut akan berubah. Sering merasakan nyeri pada bagian mata. Seakan-akan ada selaput merah pada penglihatan. Munculnya bayangan seperti sarang laba-laba pada penglihatan. Objek yang dilihat biasanya akan dikelilingi lingkaran terang. Ada satu titik gelap atau kosong di lapangan pandang. Sebaiknya jika anda mulai merasakan beberapa gejala tersebut, segera cek kesehatan mata anda. Karena jika dibiarkan, maka Retinopati tersebut bisa menyebabkan kebutaan permanen. Katarak Kerusakan mata akibat penyakit diabetes melitus yang ketiga adalah katarak. Memang benar katarak tidak terlalu berbahaya seperti kedua jenis kerusakan mata sebelumnya. Namun demikian, katarak bisa dikatakan sebagai salah satu gangguan mata yang sulit untuk dilenyapkan. Meskipun memang bisa diatasi dengan melakukan pemasangan lensa pada mata, namun cukup banyak orang yang kembali menderita gangguan mata tersebut setelah beberapa...

Read More

Hubungan Antara Kebiasaan Menonton TV Dengan Kemungkinan Menderita Penyakit Diabetes Melitus

Posted by in Akibat DM

Menghabiskan waktu di akhir pekan dengan menonton TV memang sangat menyenangkan. Namun kebiasaan tersebut dinyatakan sebagai kebiasaan buruk. Karena ternyata, kebiasaan menonton TV selama berjam-jam adalah kebiasaan yang dapat meningkatkan faktor resiko munculnya penyakit diabetes melitus. Apakah benar bahwa penyakit diabetes melitus bisa saja muncul atau menyerang orang-orang yang terlalu sering menghabiskan waktu menonton TV? Apa hubungan antara menonton TV dengan kemungkinan menderita penyakit diabetes melitus? Untuk anda yang selama ini memang sering melakukan kebiasaan tersebut di akhir pekan, sebaiknya anda mempelajari lagi apa hubungan kebiasaan tersebut dengan kemungkinan menderita penyakit diabetes melitus di artikel ini. Apa yang Menyebabkan Kebiasaan Menonton TV Dapat Meningkatkan Resiko Untuk Menderita Diabetes? Ya, memang banyak sekali orang masih belum yakin bahwa dengan menonton TV terlalu lama bisa meningkatkan kemungkinan untuk menjadi penderita diabetes melitus. Namun hal tersebut adalah fakta dan anda harus benar-benar berhati-hati dengan kebiasaan menonton TV tersebut. Karena memang setelah diteliti lebih lanjut, ada beberapa macam hal yang memang membuat kebiasaan menonton TV dapat memicu munculnya penyakit diabetes melitus. Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan kebiasaan menonton TV dapat meningkatkan resiko munculnya penyakit diabetes melitus: Kebiasaan menonton TV sekaligus kebiasaan menikmati camilan Apakah anda selalu menyediakan camilan khusus di samping kursi atau meja ketika anda sedang asyik menonton TV? Kebiasaan menonton TV ditemani dengan camilan itulah yang meningkatkan resiko anda untuk menderita penyakit DM. Karena memang penelitian memastikan bahwa mayoritas orang yang memiliki kebiasaan menonton TV selama berjam-jam pasti juga memiliki kebiasaan untuk menikmati makanan yang tidak sehat. Kurangnya gerak karena kebiasaan menonton TV Karena sudah terbiasa menikmati acara di TV selama berjam-jam, orang akan cenderung merasa malas berolahraga. Karena itulah, tubuh akan mulai mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Jika hal ini diteruskan, maka anda benar-benar bisa menderita penyakit diabetes melitus. karena memang obesitas merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan munculnya penyakit diabetes melitus tipe 2. Solusi Mencegah Menderita Penyakit Diabetes Melitus Tentunya tidak ada dari anda yang ingin menjadi penderita diabetes melitus bukan? Lalu apakah berarti menonton TV adalah kebiasaan yang buruk? Sebenarnya menonton TV bukanlah hal yang buruk. Anda boleh menonton TV namun sebaiknya jangan sampai menghabiskan waktu terlalu lama. Ingat! Orang yang setiap hari menonton TV selama 2 jam saja sudah meningkat resikonya sebanyak 20% untuk menderita penyakit diabetes melitus. selain itu, menonton TV selama 2 jam juga meningkatkan resiko sebesar 15% untuk menderita penyakit kardiovaskuler. Untuk amannya, jangan menonton TV lebih dari 2 jam dan selain itu jangan menonton TV sambil menikmati camilan yang tidak sehat. Jika memang ingin menonton TV sambil menikmati snack, pilihlah snack yang sehat seperti buah-buahan...

Read More

Retinopati Diabetik – Dampak Berbahaya dari Kencing Manis Menahun

Posted by in Akibat DM

Kencing manis merupakan penyakit berbahaya, sebab penyakit gula darah tersebut selain dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cukup drastis juga dapat mengundang kehadiran berbagai macam komplikasi akut. Salah satu komplikasi yang umumnya dialami oleh penderita nantinya adalah retinopati diabetik yang berkaitan dengan fungsi penglihatan. Retinopati diabetes yang dialami penderita nantinya akan dapat memicu kebutaan jika tidak ditangani dengan baik. Karenanya kami merasa perlu untuk memberikan informasi mengenai retinopati diabetes, khususnya beberapa hal yang perlu dilakukan penderita untuk mengurangi resikonya. Kami yakin informasi tersebut akan bermanfaat bagi penderita, khususnya dalam hal mencegah kebutaan permanen. Retinopati Diabetik Dapat Dicegah dengan Selalu Menjaga Kestabilan Kadar Gula Darah Di awal tadi sudah dijelaskan bahwa retinopati diabetik yang dialami penderita merupakan akibat dari menderita diabetes. Dengan kata lain, retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang dapat dialami oleh penderita, khususnya bagi yang sudah lama menderita penyakit gula darah tersebut. Ini berarti bahwa kerusakan mata yang terjadi sangat erat kaitannya dengan lonjakan kadar gula darah yang dialami penderita. Sementara itu, anda mungkin  bertanya apakah kerusakan mata tersebut dapat dicegah. Kerusakan mata yang terjadi memang dapat dicegah. Cara paling efektif adalah dengan menjaga kestabilan kadar gula darah. Bahkan dengan selalu menjaga kestabilan kadar gula darah, Anda juga dapat mengurangi resiko komplikasi akibat diabetes lainnya. Pemeriksaan mata secara rutin juga perlu dilakukan guna mengurangi resiko terjadinya kerusakan mata yang lebih parah. Bahkan dengan melakukan pemeriksaan mata secara teratur, kerusakan mata juga dapat diatasi dengan menggunakan teknik koagulasi. Bagaimana dengan Kesembuhan Penderita? Penyakit diabetes merupakan penyakit yang sulit untuk diatasi secara medis. Hal ini berarti bahwa untuk benar-benar terbebas dari penyakit gula darah tersebut, kemungkinannya akan sangat kecil. Apalagi jika penderita hanya bergantung pada pengobatan medis. Pengobatan medis hanya efektif dalam hal menurunkan kadar gula darah. Sedangkan untuk urusan mengatasi akar penyebab kencing manis, pengobatan medis bahkan belum sampai menyentuh kedua akar penyebabnya. Karena pengobatan medis belum mampu secara efektif mengatasi akar penyebab kencing manis, maka penderita diabetes tetap akan beresiko terkena komplikasi meski waktu munculnya komplikasi tersebut tidak dapat dipastikan. Namun jika anda memang ingin benar-benar terbebas dari resiko komplikasi yang ada, maka pengobatan lain perlu diupayakan agar dapat semakin memaksimalkan hasil pengobatan medis yang sedang Anda jalani. Solusi Terbaik untuk Mencegah Retinopati Diabetik dan Mengatasi Diabetes Obat herbal dapat menjadi solusi bagi anda untuk mengatasi diabetes, khususnya dalam hal memaksimalkan hasil pengobatan medis sekaligus mengurangi efek ketergantungan yang ditimbulkan. Namun apakah obat herbal memang benar-benar berkhasiat? Secara khasiat, sebagian besar obat herbal memang belum dapat diketahui secara pasti apakah ia memang benar-benar berkhasiat atau tidak, sebab obat herbal belum secara klinis teruji khasiatnya. Ternyata telah hadir obat herbal yang bahkan sangat dianjurkan oleh lebih dari 1300 dokter dari 80 negara untuk terapi penyakit dm. Obat...

Read More

5 Komplikasi & Efek Negatif Diabetes yang Paling Berbahaya

Posted by in Akibat DM

Sebagian besar penderita diabetes tidak sadar akan bahaya komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit diabetes ini. Karenanya kami merasa sangat perlu untuk memberikan informasi mengenai efek negatif tersebut. Selain itu Anda juga akan menemukan solusinya sebelum Anda selesai membaca artikel ini. Tanpa panjang lebar lagi, inilah 5 efek negatif diabetes yang sangat berbahaya: 1. Gagal Ginjal Gagal ginjal merupakan salah satu bentuk komplikasi yang dapat dipicu oleh diabetes. Hal ini karena dengan meningkatnya kadar gula darah, tugas ginjal menjadi bertambah. Padahal ginjal hanyalah bertugas menyaring zat-zat racun. Dengan meningkatnya kadar gula darah, ginjal terpaksa harus menyaring kelebihan gula darah tersebut untuk selanjutnya dibuang melalui urin. Akibat tugasnya yang semakin berat tersebut, ginjal lama kelamaan dapat mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi bergantung pada seberapa parah kerusakan tersebut. Jika sudah tergolong parah, maka penderita akan lebih cenderung mengalami gagal ginjal. Untuk mengatasinya, tahap pertama adalah dengan melakukan cuci darah yang sebenarnya merupakan solusi sementara. Solusi yang sebenarnya adalah dengan mendapatkan ginjal pengganti untuk menggantikan tugas ginjal yang mengalami kerusakan tersebut. 2. Retinopati Diabetik Retinopati diabetik merupakan kerusakan mata yang dipicu oleh meningkatnya kadar gula darah. Kerusakan yang terjadi awalnya hanya berupa gangguan penglihatan biasa. Namun jika tidak segera ditangani dengan baik, gangguan penglihatan yang awalnya ringan tersebut dapat berkembang menjadi gangguan penglihatan akut. Jika hal ini terjadi, biasanya retina sebagai lensa mata sudah mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga ia kehilangan fungsinya. Akibatnya tentu saja penderita dapat mengalami kebutaan permanen. Kebutaan permanen tentunya akan sangat sulit diatasi karena fungsi retina sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Sementara itu, jika masih dalam tahap gangguan penglihatan ringan, teknik koagulasi dengan menggunakan laser terbukti efektif dalam hal memperbaiki gangguan penglihatan yang dialami. Ini artinya ketika gangguan penglihatan yang dialami masih tergolong ringan, maka akan lebih baik jika pemeriksaan mata dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan retina. 3. Ulkus Diabetes Melitus Ulkus diabetes melitus atau gangren sebenarnya berawal dari luka biasa yang kehadirannya tidak disadari oleh penderita. Akibatnya luka yang awalnya tidak terlalu parah tersebut kemudian berkembang menjadi ulkus diabetes. Hal ini karena kadar gula darah penderita yang meningkat sangat membantu perkembangan bakteri jahat di daerah sekitar luka. Perkembangan bakteri jahat itulah yang kemudian menyebabkan luka menjadi terinfeksi. Jika sudah demikian, amputasi atau pemotongan biasanya dilakukan dengan harapan dapat mencegah infeksi menjalar ke bagian tubuh lainnya. Jika dilihat dari segi medis, amputasi memang cara terbaik. Namun bagi penderita, amputasi tentu saja akan sangat merugikan karena mereka harus kehilangan salah satu bagian tubuhnya. Karena alasan ini, sebagian dari penderita ada yang menolak dilakukannya amputasi tersebut yang justru semakin meningkatkan resiko kematian dini. 4. Hipertensi Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gula darah. Bahkan karena hubungannya...

Read More

4 Komplikasi Diabetes Melitus Yang Paling Ditakuti

Posted by in Akibat DM

Diabetes memang sudah sangat dikenal sebagai penyakit yang dapat mengundang munculnya berbagai komplikasi. Apalagi jika diabetes yang diderita sudah sangat akut dan menahun. Namun bukan berarti bahwa penderita yang baru saja menderita diabetes tidak beresiko atau lebih tepatnya belum beresiko terkena komplikasi diabetes. Perlu diingat bahwa dengan tidak adanya perubahan gaya hidup, pola makan, pengendalian terhadap berat badan serta penambahan aktifitas fisik maka akan semakin mempertinggi resiko munculnya komplikasi diabetes mellitus tersebut. Terkait dengan perubahan gaya hidup, pola makan, pengendalian berat badan dan penambahan aktifitas fisik, perlu diketahui bahwa semua itu penting untuk dilakukan guna menjaga agar kadar gula darah penderita dapat selalu mendekati normal. Mengapa hanya mendekati  normal bukan stabil? Hal ini mengingat kadar gula darah yang benar-benar stabil akan sangat sulit untuk dicapai. Peningkatan kadar gula darah sebenarnya juga terjadi pada orang normal. Peningkatan kadar gula darah yang terjadi dianggap wajar karena dengan adanya asupan makanan secara rutin maka secara otomatis akan dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun beruntung sekali orang normal masih memiliki produksi insulin dalam jumlah yang cukup guna mengontrol kadar gula darahnya sehingga dapat tetap stabil. Hal ini juga berhubungan dengan sensitifitas tubuh terhadap insulin yang ada yang masih cukup baik sehingga fungsi insulin pun tidak akan terganggu. Berbeda halnya dengan orang normal yang dapat selalu mengontrol kadar gula darahnya setiap saat, penderita diabetes harus berjuang keras demi menjaga kadar gula darahnya agar dapat selalu mendekati normal. Hal ini terkait dengan berkurangnya produksi insulin di dalam tubuh akibat kerusakan yang dialami oleh sel beta pankreas. Begitu juga halnya dengan sensitifitas tubuh terhadap insulin yang berkurang sehingga insulin tidak dapat bekerja secara optimal. Seperti yang telah dijelaskan di awal tadi bahwa dengan selalu menjaga kadar gula darahnya, maka resiko komplikasi DM pun dapat dikurangi. Namun hal ini bukan berarti bahwa dengan menjaga kadar gula darah, penderita akan sepenuhnya terbebas dari komplikasi tersebut. Perlu diingat bahwa untuk benar-benar dapat terhindar dari komplikasi diabetes melitus, maka harus terlebih dahulu mengatasi akar penyebab diabetes. Lalu apa saja sebenarnya komplikasi diabetes yang muncul? Gangguan Fungsi Ginjal Gangguan fungsi ginjal terjadi akibat kerja ginjal yang terlalu berat. Perlu diingat bahwa tugas ginjal adalah menyaring zat sisa yang sifatnya racun dari zat makanan. Zat-zat sisa tersebut nantinya akan dibuang ke luar tubuh dalam bentuk urin. Pada penderita diabetes dimana kadar gula darahnya meningkat drastis, ginjal terpaksa harus menyerap kelebihan gula dalam darah untuk selanjutnya dibuang bersama dengan urin. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan ginjal dalam hal menahan kelebihan gula dalam darah. Terkait dengan fungsi ginjal yang satu ini, ginjal memiliki nilai batas ambang ginjal dalam hal menahan kelebihan gula dalam darah. Jika kadar gula dalam darah melebihi nilai batas ambang ginjal, yaitu 180 mg/dL maka ginjal pun terpaksa harus menyaring gula...

Read More

Ternyata Retinopati Diabetik Dapat Diatasi dengan Mudah lho!

Posted by in Akibat DM

Retinopati diabetika merupakan salah satu akibat komplikasi diabetes melitus yang sudah diderita dalam jangka waktu yang lama. Retinopati diabetes yang terjadi dapat menyebabkan kebutaan permanen yang tidak dapat disembuhkan. Karena itu, guna mengurangi resiko kebutaan permanen, penderita diabetes, khususnya diabetes menahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Dengan pemeriksaan mata yang dilakukan diharapkan kerusakan yang terjadi akibat diabetes dapat dideteksi sehingga dapat segera ditangani. Umumnya retinopati diabetik yang dapat dideteksi dini cenderung akan mendapat penanganan dengan menggunakan teknik laser (koagulasi). Dengan begitu, gangguan penglihatan yang terjadi dapat segera diatasi dengan baik sehingga resiko kebutaan permanen pun dapat dikurangi. Hal ini mengingat kebutaan yang diakibatkan oleh retinopati diabetik tidak akan dapat diatasi. Retinopati diabetik awalnya hanya sebatas gangguan penglihatan. Akibat gangguan penglihatan yang dialami penderita maka nantinya penderita akan lebih cenderung sering berganti kacamata. Padahal gangguan penglihatan yang terjadi bukan akibat gangguan mata yang umumnya terjadi pada orang normal. Gangguan penglihatan yang dialami ada kaitannya dengan lonjakan kadar gula darah. Dengan kata lain, gangguan penglihatan yang berujung pada kerusakan retina ini dipicu oleh tingginya kadar gula darah penderita. Sementara itu, faktor penyebab utama tingginya kadar gula darah penderita adalah gangguan produksi insulin dan gangguan fungsi insulin. Oleh karena itu, guna mengurangi resiko munculnya komplikasi diabetes, maka yang terlebih dahulu harus diatasi adalah kedua penyebab diabetes tersebut. Dengan diatasinya akar penyebab diabetes, maka secara otomatis kadar gula darah pun akan kembali stabil dan komplikasi diabetes tidak akan terjadi. Oleh karena itu, jika memang penderita menginginkan dirinya terbebas dari resiko komplikasi diabetes, maka ia harus mengupayakan bagaimana caranya mengatasi kedua penyebab diabetes tersebut. Klik DI SINI untuk mencabut akar penyebab kencing manis Anda Pemeriksaan Mata Secara Teratur Dapat Mencegah Retinopati Diabetik Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, retinopati diabetika dipicu oleh tingginya kadar gula darah penderita yang disebabkan oleh gangguan produksi insulin dan gangguan fungsi insulin sehingga insulin tidak dapat menjaga kestabilan kadar gula darah secara optimal. Terkait dengan hal ini, perlu diketahui bahwa dengan masuknya gula ke dalam aliran darah maka akan menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Tersumbatnya aliran darah tentu saja akan menghalangi proses distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Hal ini karena penyumbatan aliran darah cenderung memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah pun meningkat. Dengan adanya peningkatan tekanan darah ini nantinya akan semakin memperbesar resiko penderita untuk terkena tekanan darah tinggi yang juga memicu terjadinya stroke. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa penyempitan pembuluh darah tidak hanya akan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan stroke namun juga gangguan fungsi organ lainnya. Sebut saja gangguan fungsi retina yang jika dibiarkan justru akan menyebabkan kebutaan permanen. Terkait dengan fungsi retina, perlu diingat bahwa fungsi retina sebagai lensa mata sangatlah vital. Dengan adanya penyempitan pembuluh darah maka aliran darah...

Read More