Awas! Ternyata Pola Hidup Orang Jaman Sekarang Merupakan Faktor Penyebab Diabetes Melitus

Posted by in Diabetes dan gaya hidup

Ya, memang pola hidup yang selama ini kita gunakan sebagian besar adalah faktor penyebab diabetes melitus. Memang hal ini cukup mengejutkan. Apalagi selama ini kebanyakan dari kita menganggap bahwa penyakit diabetes melitus disebabkan oleh faktor keturunan. Namun ternyata, penelitian baru saja menguak faktor penyebab diabetes melitus yang sebenarnya. Faktor keturunan bukanlah faktor penyebab munculnya penyakit DM yang paling besar. Bahkan dari hasil penelitian tersebut dinyatakan bahwa faktor keturunan justru adalah faktor penyebab diabetes melitus yang paling kecil. Penyebab utama munculnya penyakit diabetes melitus dinyatakan adalah karena penggunaan pola hidup yang tidak sehat. Ada beberapa macam kebiasaan buruk yang sering kita lakukan dinyatakan dapat meningkatkan potensi kita untuk menjadi penderita diabetes melitus. Sebelum semuanya terlambat, lebih baik anda mempelajari mengenai apa saja kebiasaan buruk yang meningkatkan persentase kemunculan penyakit DM tersebut di artikel ini. Apa Kebiasaan Buruk yang Menjadi Faktor Penyebab Diabetes Melitus? Jika anda tidak ingin bergabung menjadi penderita diabetes melitus, maka mulai sekarang sebaiknya hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sudah terbukti sebagai faktor penyebab diabetes melitus terbesar berikut ini: Sering kurang tidur Kurang tidur adalah kebiasaan yang sedikit banyak pasti pernah kita lakukan. Entah dengan alasan apapun, kebiasaan begadang sebaiknya dihilangkan. Karena kurang tidur bisa menyebabkan gangguan pada fungsi organ-organ penting di dalam tubuh. Yang paling ditakutkan adalah jika sampai organ pankreas yang mengalami gangguan fungsi. Karena jika organ tersebut mengalami masalah, maka produksi hormon insulin di dalam tubuh juga akan bermasalah. Sering minum minuman bersoda Minuman soda sering menjadi pilihan untuk menghapuskan dahaga di siang hari. Meskipun tampaknya nikmat, minuman bersoda ternyata menyimpan bahaya yang cukup besar di dalamnya. Kebanyakan minuman bersoda menggunakan pemanis buatan. Pemanis buatan bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang akhirnya bisa memicu munculnya penyakit diabetes. Kurang olahraga Kurang berolahraga sangatlah buruk bagi kesehatan tubuh. Efek dari jarang berolahraga juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit diabetes melitus. Semua dikarenakan penumpukan lemak di dalam tubuh akan semakin meningkat ketika anda tidak pernah atau jarang berolahraga. Penumpukan lemak akan memicu masalah obesitas dan obesitas akhirnya menyebabkan munculnya penyakit diabetes melitus. Tips Ampuh Mencegah Penyakit Diabetes Kami yakin tidak ada satupun orang yang ingin menjadi penderita diabetes melitus. Namun sayangnya, tidak semua orang mampu merubah penggunaan pola hidup tidak sehat yang menjadi faktor penyebab diabetes melitus. Sebaiknya, mulai sekarang anda mulailah belajar untuk hidup dengan cara yang sehat. Coba ikuti beberapa tips berikut ini jika anda memang ingin mencegah penyakit diabetes melitus: Mulailah atur waktu tidur anda. Pastikan setiap hari anda tidur selama kurang lebih 6 hingga 8 jam. Atur jadwal untuk bisa melakukan olahraga ringan selama 30 menit minimal 3 kali dalam seminggu. Perbanyak konsumsi air putih dan juga makanan yang kaya akan serat, rendah gula, dan rendah...

Read More

1 Jenis Diabetes Melitus yang Umum dan Type 2 Diabetes Melitus yang Jarang Diketahui

Posted by in Diabetes dan gaya hidup

Banyak orang menganggap bahwa hanya type 2 diabetes melitus yaitu diabetes melitus tipe 1 dan 2 yang berbahaya. Padahal, masih ada type 2 diabetes mellitus yang sama berbahayanya dengan diabetes melitus tipe 1 dan 2 jika tidak diatasi dengan tepat. Apakah anda sudah mengetahui secara lengkap mengenai apa saja tipe-tipe penyakit diabetes melitus tersebut? Bila anda baru mengetahui sebagian jenis penyakit DM, maka kami sarankan anda untuk mempelajari secara lengkap mengenai 4 macam jenis penyakit DM yang perlu anda waspadai di artikel ini. Beragam Jenis Penyakit Diabetes Melitus Penyakit diabetes melitus tipe 1 dan juga tipe 2 memang merupakan tipe penyakit diabetes yang umum diderita. Namun mayoritas orang masih beranggapan bahwa penyakit diabetes melitus yang paling banyak diderita adalah penyakit DM tipe 1. Padahal, faktanya penderita penyakit DM tipe 1 lebih sedikit jika dibandingkan dengan penderita DM tipe 2. Dari sekian banyak penderita DM, 90% dinyatakan menderita penyakit diabetes melitus tipe 2. 10% dari total penderita DM dinyatakan menderita penyakit DM tipe 1 dan juga type 2 diabetes melitus lainnya. Mengenal Penyakit Diabetes Melitus Tipe 1 Diabetes melitus tipe 1 merupakan jenis penyakit diabetes yang paling banyak dikenal. Penyakit diabetes melitus tipe 1 ini juga merupakan jenis penyakit DM yang tidak mudah untuk diatasi. Penyebab mengapa penyakit DM tipe 1 ini cukup sulit untuk diatasi adalah karena penderitanya sudah mengalami kerusakan pada organ pankreas. Karena organ pankreas sudah mengalami kerusakan, maka hormon insulin tidak dapat lagi diproduksi. Padahal, hormon insulin merupakan hormon yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menyalurkan glukosa menuju sel-sel di dalam tubuh. Karena tubuh tidak bisa lagi memproduksi hormon insulin, maka glukosa terus menerus menumpuk di dalam darah dan menyebabkan kadar gula darah meningkat. Penyakit diabetes melitus tipe 1 ini berbeda dengan type 2 diabetes melitus lainnya jika dilihat dari golongan usia penderitanya. Diabetes melitus tipe 1 lebih sering menyerang golongan usia muda sampai remaja baik laki-laki maupun perempuan. Kebanyakan penderita DM tipe 1 juga tidak mengetahui bahwa dirinya sudah menderita penyakit tersebut. Mereka baru sadar bahwa sudah menderita penyakit DM tipe 1 ketika mulai mengalami berbagai macam masalah komplikasi. Untuk mengatasi penyakit DM tipe 1 ini, umumnya dokter akan menyarankan penderitanya untuk mendapatkan suntikan insulin secara rutin. Mengenal Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis penyakit DM kedua yang paling umum dikenal. Penyakit DM tipe 2 ini disebabkan karena kesalahan penggunaan pola hidup. Berikut ini adalah beberapa contoh pola hidup yang salah penyebab penyakit DM tipe 2: Sering makan makanan yang berlemak dan makanan cepat saji. Kurang olahraga. Sering tidur larut malam. Penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 tidak memiliki masalah pada produksi hormon insulin seperti penderita penyakit diabetes melitus tipe 1. Penderita DM tipe 2 memiliki masalah pada kepekaan sel dalam...

Read More

Bisakah Penderita Diabetes Berolahraga?

Posted by in Diabetes dan gaya hidup

Tahukah Anda bahwa olahraga sangat penting bagi penderita diabetes? Alasannya adalah untuk mengontrol kadar gula darah. Seperti yang diketahui, bahwa penyakit diabetes dapat diperoleh dari factor genetic maupun pola hidup. Cara makan yang tidak terkontrol inilah yang memicu gula darah naik. Oleh sebab itu, untuk mengatur agar gula darah kembali normal, perlu dilakukan latihan yang mampu mengeluarkan keringat. Mengapa berkeringat sangat penting? Keringat yang dimaksud disini adalah keringat yang berasal dari kegiatan olahraga. Saat seseorang mengeluarkan keringat, otot-otot bekerja menyerap glukosa lebih banyak dari biasanya. Dengan melakukan latihan yang rutin setiap hari, tubuh akan membakar kalori yang hasilnya juga akan berpengaruh pada penurunan gula darah. Gula Darah Tinggi Pemicu Obesitas Dalam keadaan normal, gula darah berfungsi sebagai sumber energy bagi tubuh. Tetapi, bila jumlahnya melebihi batas normal maka glukosa tidak akan diolah justru menumpuk dalam darah. Di sisi lain, pancreas yang berfungsi untuk memproduksi insulin juga akan melepaskan insulin lebih banyak. Bila tidak segera diatasi, kondisi ini akan memicu kenaikan berat badan secara signifikan. Tubuh yang gemuk tidak hanya dikaitkan dengan diabetes tetapi juga rentan mengalami komplikasi seperti stroke, hipertensi dan penyakit jantung.Disinilah aktivitas fisik sangat berperan untuk mengembalikan berat badan kembali normal. Sisihkan waktu paling tidak 30 menit setiap harinya untuk berolahraga baik di rumah maupun di luar rumah. Jenis Latihan Untuk Menurunkan Berat Badan Pilihlah latihan yang mudah dilakukan tetapi memiliki manfaat lebih banyak. Berikut ini jenis latihan yang bisa dilakukan penderita diabetes setiap harinya, 1. Latihan senam Latihan senam banyak disukai semua kalangan karena gerakannya mudah dan diiringi music yang menambah semangat. Manfaat senam sangat baik untuk melancarkan peredaran darah, melatih kelenturan dan mengurangi stress. Lakukan senam selama minimal 30 menit setiap hari. Bila tidak bisa senam bisa diganti dengan olahraga sejenis misalnya jogging, lari atau latihan naik turun tangga. Lakukan latihan yang bisa mengeluarkan keringat setiap harinya. 2. Latihan angkat beban Manfaat angkat beban ini adalah untuk menambah massa otot. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa otot bisa membantu menyedot glukosa sehingga membantu menurunkan gula darah. Angkat beban juga dapat membakar lemak di bagian lengan, paha dan perut. Angkatlah beban yang sesuai dengan kemampuan agar olahraga ini jadi menyenangkan. 3. Latihan peregangan Peregangan berfungsi untuk mencegah kram otot dan kesemutan yang merupakan gejala tekanan darah naik. Latihan peregangan misalnya dengan yoga. Yoga saat ini sangat popular karena tidak hanya efektif menurunkan berat badan tetapi juga membuat tubuh dan pikiran lebih rileks dan mengurangi stress. Selain dengan berolahraga, praktekan pula pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya adalah dengan melakukan hal-hal berikut ini: 1. Membatasi makanan yang berkalori tinggi; 2. Makan lebih sering dengan porsi kecil; 3. Konsumsi makanan berserat seperti sayuran, buah dan kacang-kacangan; 4. Istirahat yang cukup; 5. Rajin menimbang berat badan agar mudah dikontrol; 6....

Read More

Makan Nasi Merah Jangan Takut Gula Darah Naik

Posted by in Diabetes dan gaya hidup

Gula darah naik adalah hal yang paling ditakutkan oleh penderita diabetes karena tubuhnya tidak bisa memproses gula menjadi energi. Zat gula atau glukosa tersebut malah menumpuk dan menimbulkan komplikasi berbagai penyakit lainnya. Nasi putih sebagai makanan pokok ternyata mengandung karbohidrat tinggi yang bisa menimbulkan penumpukan glukosa. Jadi, walaupun penderita diabetes sudah melakukan pengobatan, selama tetap mengkonsumsi nasi putih, kadar gulanya sulit untuk turun. Konsumsi Nasi Merah Sebagai Pengganti Nasi Putih Kebiasaan orang Indonesia adalah tidak bisa makan tanpa nasi. Nah, bagaimana dengan penderita diabetes? Tidak perlu khawatir karena mereka bisa tetap mengkonsumsi pengganti nasi putih yaitu nasi merah. Nasi putih dan nasi merah jelas berbeda, apalagi bila dilihat dari kandungan nutrisinya. Nasi putih yang berasal dari beras putih mengalami kehilangan sejumlah vitamin dan serat akibat proses penggilingan di pabrik. Sedangkan beras merah masih berbentuk gabah. Proses penggilingan di pabrik beras merupakan alasan mengapa nasi putih mengandung lebih banyak karbohidrat dibanding serat dan vitamin. Beda halnya dengan beras merah yang kaya akan serat dan vitamin yang baik untuk pencernaan dan memperlambat penyerapan glukosa dalam darah. Indeks glisemik (IG) yang merupakan salah satu patokan yang menunjukkan tingkatan suatu makanan dapat mempengaruhi kenaikan darah harus selalu menjadi acuan penderita diabetes. Dari tingkatan IG nasi putih berada diurutan ke-64 dan nasi merah diurutan ke-88. Semakin rendah tingkatannya semakin aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, artinya semakin rendah karbohidratnya yang bisa diolah menjadi glukosa. Mengolah Nasi Merah Dengan Benar Nasi merah bukan merupakan makanan yang tidak popular di Indonesia yang sudah sedari dulu mengkonsumsi nasi putih. Tetapi karena alasan kesehatan, maka sebaiknya segera beralih pada makanan yang mengandung lebih banyak serat dan vitamin ini. Bila Anda baru pertama kali mencoba nasi merah, mungkin akan terasa jelas perbedaannya. Tekstur nasi merah lebih keras dibanding nasi putih sehingga di tenggorokan mungkin agak sulit ditelan. Tetapi, sebenarnya hal ini bisa ditangani dengan proses memasak yang benar. Untuk mendapatkan nasi merah yang enak dan tidak keras, disarankan untuk mengolahnya menggunakan cara memasak biasa. Tidak menggunakan penanak nasi otomatis atau rice cooker. Untuk menghemat waktu memasak, rendam terlebih dahulu beras merah dengan air selama kurang lebih 30 menit. Masak beras merah dengan melebihkan takaran airnya dari takaran air beras putih. Setelah itu kukus dengan panic kukusan dengan batas air maksimum. Aduk nasi sesekali agar matangnya sempurna dan nasi menjadi lembut. Bila nasi sudah matang, nasi bisa dipindahkan ke pemanas nasi untuk menjaganya tetap panas dan pulen. Bagi yang ingin beradaptasi dengan nasi merah, pertama-tama bisa mengkombinasikan nasi merah dan nasi putih yang dimasak bersamaan. Tetapi, bila Anda sudah divonis diabetes atau penyakit kronis lainnya lebih disarankan langsung mengganti nasi putih dengan nasi merah. Untuk menambah kandungan gizinya, nasi merah bisa dikonsumsi dengan lauk pauk berprotein tinggi. Beras merah tidak hanya...

Read More

Hindari 5 Makanan Berikut ini untuk Optimalkan Hasil Terapi DM

Posted by in Diabetes dan gaya hidup

Anda sedang menjalani terapi DM? Jika ya, ada baiknya anda mengurangi konsumsi 5 makanan berikut ini agar hasil terapi DM yang sedang anda jalani bisa lebih maksimal. Apapun jenis terapi untuk DM yang sedang anda upayakan, baik terapi medis maupun pengobatan kencing manis secara alami, hasil yang lebih maksimal tentunya akan sangat diharapkan. Terlebih untuk dapat mengatasi penyakit gula darah yang diderita memang diperlukan untuk lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Apa saja 5 makanan yang harus dihindari tersebut? Simak saja uraian berikut ini seperti dilansir dari Tribunnews (2/3/2013). Donat Siapa tidak kenal dengan makanan yang satu ini. Makanan ini bisa dinikmati kapanpun, meski seringkali dikonsumsi sebagai camilan. Namun siapa sangka donat ternyata dapat memicu lonjakan gula darah. Hal ini tentunya akan berdampak negatif bagi penderita diabetes. Terlebih jika penderita sedang menjalani terapi untuk DM atau pengobatan kencing manis. Alih alih ingin segera sembuh dari penyakitnya tersebut, penderita justru akan semakin rentan terkena komplikasi diabetes melitus. Kentang Kentang dikenal kaya akan karbohidrat dan karenanya memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Indeks glikemik yang relatif tinggi tersebut menunjukkan bahwa kentang bukanlah makanan yang seharusnya dikonsumsi oleh penderita diabetes. Karenanya kurangi konsumsi kentang agar kadar gula darah tidak kembali mengalami lonjakan. Apalagi jika penderita sedang menjalani terapi atau pengobatan, baik pengobatan medis maupun pengobatan alternatif diabetes melitus. Konsumsi kentang yang terlalu sering tentunya dapat mengurangi efektifitas pengobatan tersebut. Labu Sama halnya dengan kentang, labu juga merupakan sayuran yang cepat berubah menjadi gula ketika masuk ke dalam tubuh. Jika sensitifitas sel terhadap insulin sedang kurang baik, maka akibatnya akan terjadi lonjakan gula darah yang cukup drastis. Hal ini juga berlaku ketika sekresi insulin berkurang, sehingga kemudian memunculkan gejala penyakit diabetes melitus yang salah satunya adalah lonjakan gula darah. Jagung Selain kentang dan labu, makanan lainnya yang juga sebaiknya dihindari adalah jagung. Seperti halnya nasi putih, jagung juga kaya akan karbohidrat. Karenanya jagung akan lebih cepat menaikkan gula darah penderita dibandingkan dengan makanan lain seperti gandum dan beras merah. Lonjakan gula darah yang terjadi tentunya akan mengurangi efektifitas pengobatan yang sedang dijalani. Alkohol Berbeda dengan keempat makanan sebelumnya, alkohol justru dapat memicu penurunan gula darah yang cukup drastis. Sekilas hal ini tampak menguntungkan bagi penderita. Namun ternyata penurunan yang terjadi akan sejalan dengan hasil pengobatan yang sedang diupayakan, sehingga penderita nantinya akan lebih cenderung mengalami...

Read More

Nasi Merah Terbukti Efektif Tingkatkan Hasil Terapi Diabetes Mellitus

Posted by in Diabetes dan gaya hidup

Ingin memperoleh hasil terapi diabetes mellitus yang lebih maksimal? Cobalah ganti kebiasaan anda mengkonsumsi nasi putih dengan nasi merah. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh dr. Samuel Oetoro, MS, SpKG, dalam bukunya ‘Smart Eating.’ Ia mengungkapkan bahwa nasi merah dapat mengerem terjadinya lonjakan gula darah, sehingga nantinya dapat semakin meningkatkan hasil terapi untuk diabetes mellitus yang sedang dijalani. Lalu apa yang membuat konsumsi nasi merah lebih dianjurkan daripada nasi putih? Simak saja uraian kami berikut ini. Fakta Nasi Putih Menurut dr. Samuel Oetoro, MS, SpKG, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana tersebut lebih cepat diserap di usus, sehingga akan lebih cenderung memicu terjadinya lonjakan gula darah dan komplikasi diabetes melitus. Lonjakan gula darah yang terjadi memang nantinya dapat diatasi dengan terapi diabetes melitus. Namun jika lonjakan gula darah terjadi secara terus menerus, maka hasil terapi untuk penyakit diabetes mellitus tersebut dapat berkurang. Penderita justru akan lebih cenderung mengalami ketergantungan terhadap terapi diabetes mellitus yang sedang dijalani tersebut. Selain lebih cenderung mengalami ketergantungan, penderita nantinya juga akan lebih sering mengalami gejala gejala diabetes, mengingat semakin sering lonjakan gula darah terjadi, maka akan semakin sering pula gejala penyakit tersebut muncul. Hal ini sesuai dengan pengertian diabetes melitus itu sendiri. Karenanya konsumsi nasi putih akan lebih baik jika dikurangi guna meningkatkan hasil terapi yang sedang diupayakan. Selain lebih cenderung meningkatkan kadar gula darah, nasi putih juga akan membuat penderita lebih cepat merasa lapar. Hal ini tentunya akan semakin mendorong penderita untuk terus makan, yang justru akan memicu lonjakan gula darah. Terlebih lagi, nasi putih juga dapat memicu timbulnya rasa kantuk yang dapat mengganggu aktifitas harian penderita. Inilah sebabnya nasi putih tidak masuk dalam kategori makanan penderita diabetes. Manfaat Nasi Merah Berbeda halnya dengan nasi putih, nasi merah mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks ini lebih lama diserap usus, sehingga tidak akan memicu lonjakan gula darah. Selain itu, lambatnya proses penyerapan di usus nantinya juga akan dapat membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Hal ini tentu dapat membantu penderita menjaga pola makannya, sehingga ia terhindar dari makan berlebihan. Meski banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh penderita dengan mengkonsumsi nasi merah, masih banyak dari mereka yang enggan mengkonsumsinya. Alasannya tentu berhubungan dengan cara memasak beras merah yang dianggap lebih sulit jika dibandingkan dengan memasak beras putih. Selain itu, beras atau nasi merah rasanya tidak senikmat nasi putih. Meski demikian, alangkah baiknya jika penderita dapat segera mengganti konsumsi beras putih dengan beras merah. Untuk mulai membiasakan, penderita dapat mencoba setengah cup nasi merah saja yang dicampur dengan setengah cup nasi putih. Seiring dengan berjalannya waktu, kurangilah porsi nasi putih. Dengan begitu, manfaat nasi merah akan lebih optimal, khususnya dalam hal meningkatkan hasil terapi yang sedang dijalani. Dengan kata lain, nasi merah nantinya dapat dianggap...

Read More