Seberapa bahaya obesitas untuk kesehatan? cek info lengkapnya disini!

Posted by in Gaya Hidup

Seberapa bahaya obesitas untuk kesehatan?. Makan tidak terkontrol, tidak sempat berolahraga, timbangan naik terus. Hati-hati overweight dan obesitas mengincar anda. Overweight atau kelebihan berat badan adalah kondisi berat badan melebihi berat badan ideal. Sementara obesitas atau kegemukan adalah kondisi kelebihan lemak tubuh sehingga berat badan jauh diatas batas ideal. Kedua kondisi ini dapat berhubungan dengan penyakit-penyakit lain yang membahayakan kesehatan, seperti penyakit stroke, gangguan pernapasan, jantung, gangguan hormonal, kanker dan masih banyak lagi. Bagaimana cara mengukur tingkat obesitas. Body mass index atau bmi telah diakui sebagai metode paling praktis untuk menentukan apakah badan anda termasuk ideal, kurang ideal atau berlebih. Cara mengukurnya cukup sederhana yaitu membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi tubuh dalam meter yang dikuadratkan. Berat badan anda dikatakan normal jika BMI anda diatas 18,5 – 22,9 kg/m2. cara lain untuk mengukur tingkat obesitas anda ialah dengan mengukur lingkar pinggang anda. Besar lingkar pinggang normal untuk wanita adalah kurang dari 80 cm sementara batas normal untuk seorang pria adalah kurang dari 90 cm. Bagaimana cara sehat menurunkan berat badan? Langkah pertama adalah dengan mengatur pola makan anda. Diet bukan berarti tidak makan. Anda bisa batasi jumlah kalori yang masuk dengan diet rendah lemak dan gizi seimbang yaitu 1200 / 1500 kkal. Cara sederhananya adalah dengan sepertiga porsi makan setiap kali anda makan. Lakukan olahraga secara 3 – 5 kali dalam seminggu selama 30-60 menit misalnya dengan jalan kaki atau jogging, bersepeda atau berenang. Menurunkan berat badan memerlukan motivasi yang kuat. Biasakan diri hidup lebih aktif tidak menonton tv sambil mengemil. Isi kulkas anda dengan makanan segar dan rendah lemak. Perbanyak jalan kaki dengan parkir lebih jauh dari tempat tujuan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk cara sehat menurunkan berat badan. Penggunaan obat-obatan merupakan salah satu proses dalam penurunan berat badan. Dokter akan menilai kondisi anda dan menentukan cara yang sesuai untuk anda dalam mencapai berat badan ideal. Tanpa konsultasi dengan dokter anda tidak disarankan sendiri untuk mengkonsumsi obat-obatan penurunan berat...

Read More

Manfaat dan cara senam kaki pada penderita diabetes melitus

Posted by in Gaya Hidup

Manfaat dan cara senam kaki pada penderita diabetes melitus. Bagi penyandang diabetes olahraga sanagat penting dilakukan secara rutin. Menurut american diabetes asosiation seorang penyandang diabetes tipe 2 setidaknya harus berolahraga setidaknya 5 kali dalam seminggu selama 30 menit. Dengan berolahraga anda bisa mengontrol berat badan, menguatkan tulang dan otot, sekaligus meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin yang membantu menurunkan kadar gula darah. Selain itu olahraga juga bisa menurunkan resiko komplikasi akibat diabetes. Jenis olahraga yang disarankan antara lain jalan kaki, bersepeda, yoga dan berenang. Selain itu ada satu olahraga yang sangat dianjurkan oleh para ahli yaitu senam kaki diabetes. Kami akan menjelaskan bagaimana dan manfaat senam kaki diabetes. Kegiatan ini bisa dilakukan dimana saja lho termasuk didalam rumah. Senam kaki diabetes adalah latihan gerakan kaki yang dilakukan penyandang diabetes untuk memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kaki, mengatasi keterbatasan pergerakan sendi dan mencegah komplikasi diabetes. Senam kaki diabetes sangat mudah dan praktis. Anda hanya perlu menyiapkan kursi dan kertas koran untuk melakukannya. Yuk kita mulai senam diabetes sekarang. Letakkan tumit dilantai lalu gerakkan jari-jari kaki keatas dan kebawah ulangi sebanyak 2 set dan 10 repetisi. Gerakan kedua angkat kaki kiri keatas dan bertumpu pada tumit. Lakukan gerakan memutar keluar dengan pergerakan pada pergelangan kaki. Ulangi secara bergantian pada kaki kiri dan kanan sebanyak 2 set dan 10 repetisi. Gerakan ketiga, angkat dua kaki sejajar. Gerakkan telapak kaki kedepan dan belakang. Ulangi sebanyak 2 set dan 10 repetisi. Gerakan keempat, angkat kaki sejajar, gerakkan kaki kedepan sebanyak 2 set dan 10 repetisi. Gerakan kelima luruskan salah satu kaki dan angkat putar pada pergelangan kaki seperti menulis angka nol hingga angka sepuluh lakukan secara bergantian kiri dan kanan. Gerakan keenam, letakkan sebuah koran dilantai bentuk koran tersebut seperti bola menggunakan kaki kemudian ratakan kembali koran tersebut. Lanjutkan merobek koran menjadi dua bagian dengan kaki lalu robek satu bagian koran menjadi robekan-robekan kecil dan pindahkan keatas koran yang masih utuh. Terakhir bentuk kembali kertas koran menjadi bola. Bagaimana mudah bukan menjalankannya? Latihan ini hanya butuh 15 menit sampai 30 menit saja kok. Menurut para ahli senam kaki diabetes harus dilakukan 1 kali dalam seminggu. Tapi akan lebih baik jika anda melakukannya setiap...

Read More

5 Cara Mengontrol Gula Darah dengan Baik dan Benar

Posted by in Gaya Hidup

Turun naiknya kadar gula dalam darah sebaiknya selalu dipantau untuk menjaga kesehatan, pasalnya kontrol gula darah yang tak terpantau dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, serangan jantung, dan penyakit lain yang diperburuk dengan komplikasi. Naiknya gula darah disebabkan oleh pola hidup yang buruk dan tidak sehat seperti makanan yang kurang sehat, pola tidur yang tak terjaga,, serta olahraga yang jarang dilakukan. Namun diantara ketiga faktor tersebut, faktor makanan lah yang paling diacuhkan oleh kebanyakan penderita. Diet yang tidak terpola dengan baik dan benar juga mampu membuat gula darah tidak terkontrol. Naiknya Gula Darah Picu Penyakit Diabetes Melitus Seperti yang telah dijelaskan diatas, penyakit yang paling sering muncul akibat naiknya gula dalam darah adalah diabetes mellitus. Penyakit ini terjadi ketika gula dalam darah mencapai lebih dari 4Mm, keadaan ini disebut juga hiperglikemia. Tentu saja penyakit ini sangat berbahaya bagi tubuh jika dibiarkan berlangsung secar terus menerus. Biasanya memang penyakit diabetes terjadi secara turun termurun, namun faktor makanan juga turut serta dalam mempengaruhi terjadinya penyakit berbahaya ini. Oleh karena itu, kontrol gula dalam darah sangat diperlukan untuk mencegah penyakit diabetes mellitus. Tips Mengontol Gula Darah Gula darah tidak terkontrol yang memicu penyakit diabetes mellitus biasanya terjadi di usia lebih dari 40 tahun, namun tidak juga menutup kemungkinan bahwa dibawah usia 40 tahun juga dapat terkena penyakit ini. Untuk itulah, cara-cara dibawah ini sebaiknya mulai Anda lakukan untuk membantu mengontrol dan menghindari naiknya gula darah agar tetap dibatas normal. 1. Olahraga secara teratur Olahraga yang dilakukan secara teratur minimal seminggu tiga kali dapat menurunkan resiko naiknya gula darah karena olahraga dapat menurunkan resistensi insulin seseorang. Jika Anda keberatan untuk berolahraga berat, Anda dapat melakukan jogging atau jalan santai selama kurang lebih 30 menit setiap hari. 2. Hindari minuman manis bergula tinggi Minuman manis kemasan yang bergula tinggi sebaiknya Anda hindari untuk mencegah naiknya gula dalam darah. Pemanis buatan yang terdapat pada minuman kemasan dapat memperburuk kondisi dan memicu penyakit diabetes. Tak hanya itu, menurut penelitain terakhir diungkapkan bahwa energi yang terdapat pada gula minuman kemasan tidak dapat dibakar dengan berolahraga sekalipun. 3. Konsumsi labu atau biji bunga matahari sebagai cemilan Untuk menghindari naiknya kadar gula dalam darah, Anda sebaiknya mengganti camilan manis Anda dengan labu atau biji bunga matahari. Kedua camilan ini terbukti tidak dapat membuat gula darah naik dan mengandung magnesium yang dapat melawan resistensi insulin. 4. Mengatur pola makan dengan baik Anda sebaiknya mengatur pola makan sebaik mungkin agar gula darah dapat terkontrol. Hal ini dapat dilakukan dengan cara makan setiap 2 atau 3 jam sekali berupa buah-buahan atau sayuran segar. Makan lebih sering dengan jenis makanan sehat akan membuat gula dalam darah seimbang dan mencegah makan terlalu banyak di saat perut lapar. 5. Cek kesehatan secara teratur Langkah...

Read More

Meski Terkena Diabetes, Ibadah Puasa Anda Tepat Aman dan Lancar dengan 5 Cara Ini

Posted by in Gaya Hidup

Semua orang pasti ingin melewatkan bulan Ramadhan yang suci ini dengan khusyuk  menjalankan ibadah puasa. Puasa memang menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk menjalankannya. Tapi bagaimana dengan mereka yang menderita sakit di bulan ini? Ada beberapa penderita penyakit tertentu yang dihimabau untuk tidak berpuasa selama Ramadhan mengingat kesehatan yang terganggu. Sebaliknya, ada juga penyakit tertentu yang malah bagus jika penderitanya tetap berpuasa. Penderita Diabetes Harus Waspada Ketika Hendak Berpuasa Diabetes, merupakan salah satu penyakit yang sering diwaspadai jikalau penderitanya tetap ingin berpuasa. Pasalnya, pola makan yang buruk serta nutrisi yang buruk bisa memperparah penyakit diabetes yang didertita. Terlebih saat badan lemas dan tak bertenaga, membuat penyakit diabetes semakin tak nyaman dirasakan. Namun tak perlu khawatir, dengan kiat-kiat tertentu penderita diabetes tetap dapat aman dan lancar berpuasa, dengan pola makan sahur dan  buka yang baik tentunya. Makanan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan agar kadar gula dalam darah penderita diabetes tetap terkontrol. Pasalnya, banyak makanan saat puasa yang melenakan hingga membuat penderita diabetes lupa akan penyakitnya. Ini Cara Efektif Aman Berpuasa Bagi Penderita Diabetes Bagi Anda penderita diabetes yang tetap ingin melangsungkan puasa Ramadhan, beberapa cara ini bisa Anda lakukan dalam rangka tetap aman dan nyaman saat berpuasa. 1.    Pastikan kadar gula dalam darah aman salama 3 bulan terakhir Sebelum memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu bahwa kadar gula dalam darah berada di batas normal selama minimal 3 bulan terakhir. Pengecekan ke laboratorium merupakan langkah nyata yang bisa dilakukan untuk mengecek gua darah. Anda pun bisa bertanya pada dokter dan ahli kesehatan terlebih dahulu mengenai keinginan Anda untuk tetap berpuasa di bulan ini. Dokter akan memeriksa kesehatan dan memberikan advice mengenai keinginan Anda berpuasa. Jika dokter membolehkan, sepertinya Anda tak perlu khawatir untuk tetap puasa. 2.    Hindari makanan manis saat buka dan sahur Di saat semua orang biasa menyantap makanan manis pada saat buka puasa, Anda yang menderita diabetes justru tak diperbolehkan untuk menyantap makanan atau minuman manis, terutama yang mengandung pemanis buatan. Gula yang berlebihan dapat menaikkan kadar gula dalam darah yang berbahaya bagi penderita diabetes. Untuk camilan saat buka dan sahur sebaiknya Anda memilih makaan bebas gul seperti buah-buahan, ubi, atau biji bunga matahari. Makanan-makanan tersebut justru mampu menetralkan kagar gula yang baik untu penderita diabetes. 3.    Hindari minuman bersoda Saat puasa, biasanya banyak orang yang tergoda untuk minum yang segar-segar seperti soda dan lain sebagainya. Bagi Anda penderita diabetes sebaiknya hindari minuman bersoda dalam bentuk apapun, karena minuman soda banyak mengandung gula yang dapat menaikkan kadar gula dalam darah. 4.    Sering mengecek kadar gula Anda perlu lebih sering mengecek kadar gula dalam darah selama berpuasa. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi selama Anda berpuasa. Jika terlalu repot jika harus...

Read More

Bagaimana Seharusnya Penderita Diabetes Berolah Raga?

Posted by in Gaya Hidup

Olahraga memang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Apalagi jika dilakukan secara rutin. Salah satu manfaat kesehatan bagi penderita diabetes adalah gula darahnya akan relatif lebih stabil. Namun karena manfaatnya tersebut, olahraga seringkali dilakukan secara berlebihan, sehingga yang terjadi justru penderita mengalami hipoglikemia. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka kami merasa perlu menyampaikan informasi mengenai bagaimana cara agar olahraga yang dilakukan penderita dapat lebih maksimal dalam hal menjaga kestabilan gula darahnya. Agar Manfaat Olahraga Semakin Maksimal Selain waktu berolahraga, beberapa hal berikut ini juga sebaiknya diperhatikan agar manfaat kesehatan yang diperoleh dapat dioptimalkan. 1. Pakailah alas kaki Penggunaan alas kaki ketika berolahraga sangatlah penting. Tujuannya untuk menjaga daerah kaki agar tidak terjadi luka. Hal ini karena umumnya luka yang terbentuk di daerah kaki seringkali tidak disadari sehingga akan semakin meningkatkan resiko terjadinya infeksi di daerah tersebut. Infeksi yang terjadi tentunya akan semakin memperparah luka yang terbentuk. Karenanya penggunaan alas kaki ketika berolahraga perlu dipertimbangkan. 2. Gunakan pakaian olahraga jika memang perlu Jika memang diperlukan, anda dapat memakai pakaian khusus untuk olahraga. Hal ini biasanya sangat membantu dalam hal kenyamanan ketika berolahraga. Apalagi jika baju olahraga yang dikenakan terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Oleh karena itu, jika memang dirasa perlu untuk memakai pakaian khusus ketika berolahraga, akan lebih baik jika bahan pakaian yang digunakan dapat menyerap keringat. 3. Atur jadwal berolahraga Frekuensi berolahraga juga perlu diperhatikan selain penggunaan alas kaki dan pakaian olahraga. Hal ini karena frekuensi dapat mempengaruhi besarnya manfaat kesehatan yang dapat anda peroleh. Karenanya usahakan untuk tidak berolahraga terlalu sering atau justru kurang berolahraga. Olahraga yang terlalu sering justru akan membebani fisik anda sehingga akan mengurangi manfaat yang dapat diperoleh. Begitu juga ketika frekuensinya dikurangi. Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh juga akan berkurang. Normalnya olahraga dilakukan antara 3 – 5 kali seminggu dengan durasi 30 menit sampai satu jam. 4. Sediakan air saat berolahraga Peran air ketika berolahraga sangatlah penting, terutama dalam hal mengurangi resiko dehidrasi. Penderita diabetes memang lebih sering haus. Ini artinya bahwa mereka lebih rawan dehidrasi dibandingkan orang normal. Karenanya sangat disarankan untuk selalu menyediakan air dalam jumlah yang cukup ketika anda berolahraga dan tempatkan air tersebut di tempat yang mudah anda jangkau. Jadi ketika sewaktu waktu diperlukan, anda dapat segera menemukannya dengan mudah. Dengan begitu diharapkan resiko dehidrasi dapat dihindari. 5. Selalu Bawa Permen Saat Olah Raga Sebaiknya penderita diabetes selalu membawa permen/biskuit saat olah raga. Permen/biskuit ini HANYA boleh dimakan saat mengalami hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi dimana gula darah menjadi rendah (dibawah batas wajar). Ini biasanya terjadi saat penderita diabetes melakukan aktifitas fisik/olah raga yang terlalu berat. Gejala hipoglikemia secara umum adalah: gemetar, gelisah yang tidak biasa, pucat, berkeringat, lemas, kesemutan, lapar, pusing dan nafas yang tidak normal (ter-engah – engah secara berlebihan). Jika sudah...

Read More

Apakah Kencing Manis bisa diatasi Dengan Senam Diabetes ?

Posted by in Gaya Hidup

Senam diabetes melitus sebenarnya merupakan jenis senam baru yang khusus dibuat untuk penderita diabetes. Pembuatan gerakan senam diabetes mellitus ini melibatkan banyak ahli medis yang tujuannya adalah untuk mengkombinasikan gerakan yang dapat membantu penderita dalam hal menjaga kestabilan kadar gula darahnya. Senam ini juga termasuk senam kaki diabetes yang umumnya memiliki ritme serta kombinasi gerakan yang lebih ringan jika dibandingkan dengan senam untuk orang normal. Pemilihan gerakan yang lebih ringan ini tentunya bukan tanpa alasan mengingat kondisi fisik penderita kencing manis umumnya sangat lemah. Dengan kata lain, gerakan yang terlalu cepat serta mengentak tentunya akan sangat membebani fisik penderita. Akibatnya manfaat yang seharusnya diperoleh pun nantinya akan berkurang. Pemilihan jenis gerakan serta ritme senam ini ternyata tidaklah mudah karena harus disesuaikan dengan fisik penderita yang lemah namun diharapkan tetap dapat meningkatkan penggunaan glukosa oleh tubuh sebagai energi. Terkait dengan hal ini perlu diketahui bahwa sebenarnya glukosa yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi dan cadangan makanan. Namun perlu diketahui juga bahwa untuk dapat merubah menjadi energi dan cadangan makanan nantinya diperlukan insulin dalam jumlah yang cukup. Insulin inilah yang berperan dalam proses penyerapan glukosa sehingga kemudian kadar glukosa dalam darah dapat tetap stabil. Sementara itu, di dalam tubuh penderita sedang mengalami gangguan produksi insulin dan gangguan fungsi insulin. Dengan adanya gangguan produksi insulin tersebut maka tentu saja akan dapat mempengaruhi jumlah insulin yang dapat diproduksi. Dalam hal ini produksi insulin akan sedikit berkurang akibat gangguan produksi insulin tersebut atau bahkan tidak ada sama sekali insulin yang dapat diproduksi. Dengan berkurangnya jumlah produksi insulin tentunya akan sangat mempengaruhi proses penyerapan glukosa sehingga dampaknya kadar glukosa dalam darah pun meningkat. Sementara itu gangguan fungsi insulin yang terjadi juga menyebabkan hal serupa. Hanya saja ini bukan karena berkurangnya produksi insulin, melainkan karena berkurangnya sensitifitas tubuh terhadap insulin yang ada. Inilah kemudian yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Klik Di Sini – Miliki gula darah yang normal dan stabil Sekarang Juga Pengobatan Medis Belum Mampu Mengatasi Akar Penyebab Kencing Manis Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dengan dilakukannya senam atau olahraga secara rutin diharapkan kadar gula darah yang tadinya meningkat dapat dijaga kestabilannya agar tidak terus menerus mengalami peningkatan. Jika peningkatan gula darah terus terjadi maka akibatnya akan mempercepat munculnya komplikasi diabetes. Inilah yang seharusnya dapat dicegah mengingat munculnya komplikasi justru akan semakin memperparah penyakit yang diderita. Bagaimana dengan pengobatan medis yang sedang dijalani penderita? Apakah mampu mengatasi komplikasi diabetes tersebut? Pengobatan medis memang secara efektif mampu menstabilkan kadar gula darah penderita. Namun perlu diingat bahwa kadar gula darah stabil tersebut hanya mampu bertahan dalam jangka waktu yang singkat. Dengan kata lain, jika penderita ingin agar gula darahnya tetap stabil, maka ia harus secara kontinyu menjalani pengobatan tersebut....

Read More