Luka diabetes melitus merupakan jenis luka yang hanya ditemui pada penderita diabetes. Awalnya memang luka yang terbentuk tergolong ringan. Dengan kata lain, luka yang terbentuk belum merusak keseluruhan jaringan. Namun seiring berjalannya waktu, luka tersebut kemudian berkembang menjadi gangren atau luka memborok yang sulit sembuh. Berkembangnya luka yang awalnya ringan menjadi gangren tentu saja dipengaruhi oleh kadar gula darah penderita yang meningkat. Dengan kata lain, akibat gangguan produksi insulin dan gangguan fungsi insulin, darah akan dipenuhi dengan gula yang gagal dimanfaatkan tubuh menjadi energi dan cadangan makanan. Dengan adanya gula dalam darah penderita, maka secara otomatis akan semakin mempersubur perkembangan bakteri dan jamur di sekitar area luka. Sebenarnya perkembangan bakteri dan jamur tidak akan menyebabkan luka menjadi gangren jika saja perkembangan bakteri aerob dan bakteri anaerob jumlahnya seimbang. Namun sayangnya yang terjadi justru ketidakseimbangan jumlah bakteri yang berkembang. Dengan kata lain, akibat adanya gula dalam darah, perkembangan bakteri anaerob atau bakteri jahat semakin banyak dan jumlahnya melebihi jumlah bakteri aerob atau bakteri baik. Inilah kemudian yang cenderung menyebabkan infeksi pada luka sehingga luka menjadi sulit sembuh. Penyebab Luka Diabetes Penyebab luka atau ulkus diabetes melitus sebenarnya adalah gangguan produksi insulin dan gangguan fungsi insulin. Kedua akar penyebab kencing manis inilah yang kemudian memicu peningkatan kadar gula darah yang cukup drastis. Dengan meningkatnya kadar gula darah, otomatis akan semakin banyak gula yang ikut dalam aliran darah. Efeknya tentu tidak akan bagus bagi pembuluh darah. Dengan adanya gula dalam aliran darah tersebut, tentu saja akan menyumbat pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, maka secara otomatis tekanan darah pun meningkat. Tekanan darah yang meningkat juga berdampak negatif terhadap beberapa organ vital seperti jantung, ginjal dan juga saraf. Umumnya gangguan yang terjadi adalah gangguan saraf tepi yang kemudian menyebabkan penderita menjadi sering merasa kesemutan sampai mati rasa. Ketika sudah sampai pada taraf ini, jika sampai terjadi luka maka penderita tidak akan menyadarinya. Luka yang awalnya ringan tersebut akhirnya terlambat ditangani dan akibat banyaknya kandungan gula dalam darah, luka tersebut justru menjadi borok yang tidak kunjung sembuh. ~>Klik Di Sini untuk terhindar dari komplikasi kencing manis<~ Penanganan Medis untuk Luka Diabetes Luka yang ditemukan pada penderita kencing manis sebenarnya juga dikenal dengan istilah ulkus diabetes. Penanganan secara medis guna mengatasi luka tersebut biasanya dalam bentuk pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik memang terbukti mampu mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur di sekitar luka. Namun perlu diketahui juga bahwa pemberian antibiotik saja tidak cukup efektif dalam mengatasi luka tersebut. Pemberian antiobiotik seharusnya juga diimbangi dengan bentuk pengobatan lain yang dapat secara efektif mengatasi akar penyebab diabetes. Dengan diatasinya akar penyebab diabetes, maka kadar gula darah pun akan kembali stabil dan pertumbuhan bakteri dan jamur akan secara otomatis berkurang. Belum Ada Pengobatan yang Mampu Mengatasi Akar Penyebab Diabetes Sebelumnya...