Tips untuk Mengobati Penyakit Diabetes Berbagai Tipe Tanpa Efek Samping!

Posted by in Mengatasi Diabetes

Selama ini kita kerap mendengar banyak orang yang kesulitan mengobati penyakit diabetes yang diderita. Kondisi dilema dialami untuk menanggulangi penyakit dengan kadar gula dalam darah cukup tinggi ini. Sebab diabetes disebabkan oleh melonjaknya kadar gula dalam darah, jika mengkonsumsi obat penurun kadar gula bisa menyebabkan tubuh kekurangan gula. Tubuh dengan kadar gula di bawah kadar normal juga menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa menjadi penyebab kematian. Sebelum mengetahui cara efektif mengatasi penyakit diabetes melitus ada baiknya anda kenali lebih dalam informasi seputar penyakit ini. Sebab diabetes sendiri memiliki banyak jenis dengan beberapa perbedaan dasar yang membedakan cara pengobatannya. Apa saja jenis penyakit diabetes? Sebagai orang awam kita tentunya hanya sekedar tahu diabetes adalah penyakit gula yang berbahaya dan banyak orang yang meninggal karenanya. Namun diabetes sendiri memiliki beberapa tipe, berikut kutipannya: Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 1 disebabkan oleh rusaknya organ pankreas yang memiliki tugas memproduksi hormon insulin. Kerusakan ini mengakibatkan kadar hormon insulin mengalami penurunan, sehingga gula yang seharusnya didistribusikan ke seluruh tubuh mengalami masalah dan tersendat. Akibatnya kadar gula naik secara drastis dan kadang bisa cukup tinggi. Diabetes tipe 1 untuk mempertahankan usia yang dimiliki harus rela melakukan suntik insulin. Sebagai alternatif menggantikan hormon insulin yang minus karena pankreas tidak bisa optimal memproduksinya. Tipe ini kerap dialami oleh kalangan anak-anak hingga remaja terlebih yang bermasalah dengan obesitas. Diabetes tipe 2, Pankreas tidak mengalami gangguan untuk diabetes tipe 2 ini namun hormon insulin yang diproduksi kurang berkualitas. Sehingga kegiatan penyaluran gula mengalami kendala dan menjadikannya lebih mudah menumpuk. Mengobati penyakit diabetes melitus tipe ini dapat dilakukan dengan sangat menjaga pola makan. Gaya hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi makanan jenis sampah, kurang berolahraga, dan kebiasaan buruk lainnya. Menjadi pemicu dari penyakit diabetes tipe 2 ini maka tidak heran jika penderitanya didominasi oleh usia 40 tahunan. Sebagian besar penderitanya juga memiliki masalah dengan berat badan berlebih. Diabetes gestasional, Berbeda dengan tipe atau jenis diabetes lainnya, tipe ini dijumpai pada wanita yang tengah berbadan dua. Namun usai proses melahirkan maka kadar gula dalam darah akan menjadi normal kembali, dan bisa hidup normal. Sayangnya kondisi diabetes saat hamil tentunya memberikan kesulitan tersendiri terlebih untuk asupan makanan yang diperlukan ibu dan janin. Seperti yang kita ketahui jika kondisi tubuh tengah hamil dan membatasi asupan makanan akan memforsir kebutuhan gizi. Hal ini tentunya memberikan dampak negatif untuk perkembangan janin sekaligus kesehatan ibu yang tengah hamil. Salah satu tips mengobati penyakit diabetes gestasional ialah pola makan yang sehat dan seimbang. Cara mengobati penyakit diabetes Rumitnya penyakit ketidaknormalan kadar gula dalam darah ini menjadikan banyak penderitanya kebingungan. Menempuh tindakan medis juga diperlukan waktu lama sekaligus menelan biaya yang cukup besar. Belum lagi dengan mencoba meluangkan waktu untuk mondar-mandir ke rumah sakit ataupun laboratorium untuk pengecekan gula...

Read More

Apakah Ada Obat Diabetes Melitus Tradisional yang Benar-benar Bekerja Secara Efektif?

Posted by in Mengatasi Diabetes

Bagi penderita diabetes, obat diabetes melitus tradisional menjadi yang paling banyak dipilih, mengingat cara yang satu ini memperkecil kemungkinan adanya efek samping dibandingkan dengan penggunaan obat dari dokter, selain itu harga yang ditawarkan untuk obat tradisional penyakit diabetes melitus juga lebih terjangkau dengan hasil yang bisa dirasakan. Lalu, sebenarnya apa dan bagaimana penyakit diabetes melitus itu? Diabetes sendiri sebenarnya merupakan penyakit yang disebabkan karena pankreas mengalami kerusakan sehingga produksi insulin tidak bisa berjalan secara normal, padahal insulin sangat berguna untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah, kadar gula yang tinggi inilah menjadi pemicu penyakit diabetes atau yang lebih dikenal dengan kencing manis. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya berpotensi terkena kancing manis, padahal salah satu faktor penyebabnya juga bisa dikarenakan gen atau keturunan, sehingga ketika ia menyadari terkena penyakit tersebut sudah dalam tahap yang kronis, hal ini jugalah yang menyebabkan angka kematian akibat penyakit diabetes terus naik setiap tahunnya, bukan hanya di Indonesia, diabetes menjadi salah satu penyakit yang paling di takuti oleh warga dunia. Apakah sering buang air kecil merupakan gejala diabetes melitus? Kurangnya pemahaman masyarakat membuat angka kematian yang disebabkan penyakit tersebut semakin tinggi, salah satu ciri kencing manis yang paling mudah diketahui adalah naiknya kadar gula darah, naiknya kadar gula darah ini diiringi dengan beberapa gejala seperti sering buang air kecil, tetapi tidak semua orang yang mengalami masalah sering buang air kecil bisa diindikasikan bahwa mereka terkena kencing manis, bisa jadi karena masalah pada kandung kemih yang sering mengalami kontraksi. Hal ini terjadi karena hormon insulin yang seharusnya membantu proses metabolisme gula tidak bisa terjadi karena jumlah yang kurang, hal ini menyebabkan gula tidak dapat dicerna sebagai penghasil energi dan cadangan makanan, sehingga kadar gula yang ada di dalam aliran darah justru mengalami peningkatan dan nantinya akan dibuang melalui urine, tetapi karena sebelumnya tubuh telah banyak menarik cairan untuk mengurangi kepekatan urine, membuat penderita menjadi sering buang air kecil, urine yang dihasilkan juga mengandung glukosa. Sehingga tidak semua orang yang sering buang air kecil bisa dikatakan mengalami gejala diabetes, lihat juga kandungan urine di dalamnya, apakah normal atau tidak. Saat sudah positif terkena diabetes adakah obat diabetes melitus tradisional yang bisa digunakan untuk mengatasinya? Saat ini untuk mengobati secara tuntas memang belum ada obat yang bisa digunakan, rata-rata obat yang banyak dijual di apotek hanya berfungsi untuk menyeimbangkan kadar gula darah di dalam tubuh agar kencing manis tidak kambuh lagi, untuk obat diabetes melitus tradisional memang cukup banyak yang menawarkannya, rata-rata berbagai klinik pengobatan menjual obat tradisional penyakit diabetes melitus, tetapi untuk efektivitas masih dipertanyakan. Mengingat para ahli saja belum bisa menemukan obat yang tepat, lalu adakah cara mengatasinya? Bagi anda penderita diabetes tidak perlu berkecil hati karena nyatanya masih ada solusi untuk mengatasi penyakit yang...

Read More

Obat Herbal Kencing Manis Terbaik dari Bahan Alami

Posted by in Mengatasi Diabetes

Di era serba teknologi seperti sekarang ini, banyak orang memandang pengobatan non medis dengan sebelah mata. Hal ini juga berlaku untuk obat herbal kencing manis yang sebetulnya bisa menjadi alternatif bagi penderita diabetes. Bagi sebagian orang, kencing manis adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Maka ketika obat kimia tidak berdaya, obat herbal untuk penderita kencing manis pun dianggap hanya memberi mimpi. Benarkah Anggapan Obat Herbal Hanya Memberi Mimpi? Setiap orang yang sakit tentu berharap konsumsi obat atau metode pengobatan yang dijalani mendapatkan kesembuhan. Tidak heran banyak yang mempertanyakan cara kerja obat atau pengobatan yang dijalani untuk memberikan keyakinan bahwa tindakan tersebut mampu melawan penyakit yang mereka derita. Apapun jenis obatnya, sebaiknya pasien memahami hal ini. Namun untuk obat-obat kimia banyak pasien yang tidak memusingkan hal ini karena mereka percaya dokter lebih mengetahui, selain tentunya banyak bahasa-bahasa kimia yang tidak dimengerti pasien. Begitu juga dengan obat herbal, banyak pasien yang merasa ragu atau bahkan tidak percaya karena pada dasarnya mereka tidak memahami cara kerja obat tersebut. Jika sekiranya metode yang diberikan oleh obat herbal tersebut tidak dapat dibuktikan atau misalnya penjelasannya tidak logis, maka pasien patut curiga. Namun jika sebaliknya, terbukti secara klinis dan penjelasannya logis maka bisa jadi obat herbal, termasuk obat herbal kencing manis malah menjadi solusi penyelesaian penyakit yang diderita pasien. Mengapa memilih obat herbal untuk penyakit kencing manis Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat diderita siapa pun, bahkan tanpa disadari sebelumnya. Karena seseorang kurang berolahraga dan terlalu banyak makan makanan manis dapat menjadi salah satu penyebab. Dengan demikian ketika seseorang mengkonsumsi obat kimia untuk mengatasi penyakit diabetes yang diderita, artinya pasien ini akan mengkonsumsi obat seterusnya selama pasien tersebut tidak memperhatikan gaya hidupnya. Ketika seseorang memiliki gaya hidup yang tidak sehat, maka terjadi ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya. Begitu juga ketika pasien yang menderita diabetes dikarenakan terjadi kelainan organ dari lahir atau faktor genetis, maka obat untuk diabetes yang akan mereka konsumsi tidak untuk menyembuhkan kelainan tersebut. Berbeda dengan obat herbal, mereka memiliki cara kerja yang berbeda dengan obat medis. Artinya obat herbal dapat menyeimbangkan hormon dalam tubuh dan juga dapat mengatasi masalah kelainan bawaan dari organ tersebut. Efek penggunaan obat kimia untuk diabet Di atas sudah dijelaskan bahwa obat medis pada akhirnya harus dikonsumsi oleh pasien seterusnya, karena tidak mengatasi masalah dasar dari diabetes. Obat kimia hanya berfungsi untuk membantu mengatasi efek dari masalah dasar diabetes agar akibatnya dapat ditekan. Padahal konsumsi obat kimia terus menerus akan menimbulkan efek samping. Khusus obat kimia untuk diabetes, beberapa efek yang mungkin timbul antara lain: Akan terjadi kelebihan gula darah dan kekurangan secara drastis jika dosis yang digunakan tidak tepat. Dapat menyebabkan alergi di kulit berupa gatal-gatal. Adanya gangguan pencernaan. Bisa terjadi penyempitan pembuluh darah tiba-tiba. Memilih obat...

Read More

Adakah Obat Penyakit Gula Paling Ampuh dan Tanpa Efek Samping?

Posted by in Mengatasi Diabetes

Selain kencing manis, diabetes juga sering mendapat sebutan dengan penyakit gula. Nama ini pantas disandingkan melihat ciri utama penyakit ini adalah kadar gula darah yang sangat tinggi. Ada berbagai macam cara pengobatan yang telah hadir di dunia medis. Mulai dari obat penyakit gula tradisional hingga modern. Apakah penyakit gula berisiko mengalami komplikasi? Seseorang yang telah di vonis menderita diabetes berisiko tinggi mengalami komplikasi. Penyebabnya ada banyak, dari sisi kekuatan si penderita sendiri maupun akibat dari keteledoran si sakit serta keluarganya. Terapi pengobatan yang sedang dijalani juga bisa memicu terjadinya komplikasi, terlebih ketika penderita tidak mengkonsumsi obat penyakit gula yang ampuh. Hal ini dikarenakan tingkat kekebalan dan keparahan penyakit setiap orang berbeda-beda. Ada dua macam komplikasi yang dapat terjadi pada si penderita diabetes, yaitu komplikasi akut dan komplikasi kronis. Komplikasi akut datang secara mendadak dan tiba-tiba. Sedangkan komplikasi kronis muncul secara bertahap serta perlahan. Biasanya komplikasi ini menyerang organ penting seperti jantung, ginjal, saraf, mata dan lain sebagainya. Seringkali penderita mengabaikan munculnya gejala komplikasi di dalam tubuhnya. Padahal jika komplikasi berjalan terus menerus, ia lebih parah dari diabetes itu sendiri. Cara paling tepat untuk mencegah timbulnya komplikasi kronis adalah mengontrol gula darah dengan ketat. Selain itu, terapi penyembuhan dengan obat penyakit gula perlu dicermati tingkat keberhasilannya. Apa saja penyakit yang ditimbulkan dari komplikasi kronis? Ada 4 penyakit yang sering timbul akibat komplikasi ini, yaitu: Penyakit jantung Diabetes bisa mengakibatkan rusaknya dinding pembuluh darah sehingga muncul masalah baru berupa penumpukan lemak. Ada beberapa masalah akibat dari rusaknya pembuluh darah: Serangan jantung Tekanan darah tinggi Jantung koroner Nyeri pada dada Umumnya seseorang dengan penyakit jantung akan mengalami nyeri terlebih dahulu. Namun hal ini terjadi sebaiknya pada penderita diabetes akibat rusaknya sistem saraf sebagai penghantar nyeri. Ada beberapa faktor yang menyebabkan jantung koroner pada penderita diabetes: Pola makan yang buruk Tekanan darah tinggi Kadar gula darah begitu tinggi dan berlangsung lama tak terkontrol Obesitas Merokok Minum alkohol Kurang beraktivitas fisik Mengalami resistensi insulin Kadar trigliserida dan LDL sangat tinggi Kerusakan saraf Penyebab utama rusaknya saraf penderita diabetes adalah penumpukan racun dalam darah sebagai akibat dari gagal ginjal. Ketika gejala kerusakan saraf semakin berat, penderita bisa mengalami lemah otot dan tidak mampu berjalan. Selain itu ia juga mengalami gangguan pernafasan serta pencernaan. Selain itu muncul juga kerusakan saraf sensoris yang ditandai dengan kesemutan, rasa kebal pada kaki, kram serta nyeri. Kerusakan mata Ditandai dengan adanya mikroalbuminuria di dalam urine penderita sebagai akibat dari kerusakan ginjal yang sangat parah. Kerusakan ginjal Diabetes memegang peranan tinggi sebagai penyebab utama kerusakan ginjal. Untuk mencegahnya, penderita diminta untuk selalu mengontrol kadar gula darah serta menerapkan pola makan yang sehat. Memang biasanya penderita diabetes yang mengalami komplikasi berupa penyakit jantung koroner paling sering ditemui. Sebab, tempat terjadinya penyumbatan ada di...

Read More

Adakah Obat Tradisional Diabetes Melitus Tipe 1 yang Paling Ampuh?

Posted by in Mengatasi Diabetes

Diabetes menjadi salah satu penyakit mengerikan di dunia. Di setiap Negara hampir dipastikan selalu ada penderita penyakit diabetes melitus. Dulu orang mengira bahwa penyakit ini diturunkan dari orang tua maupun kakek neneknya. Namun fakta yang terjadi sekarang hal itu tidak sepenuhnya benar. Berbagai sistem pengobatan diabetes diberikan kepada penderita, mulai dari obat-obatan dokter hingga obat tradisional diabetes melitus banyak dicoba. Satu hal yang pasti tidak semua orang tahu akar masalah diabetes. Diabetes Tipe 1 Diabetes melitus tipe 1 lebih dikenal karena erat kaitannya dengan faktor genetik. Penyebab utama diabetes tipe ini adalah kerusakan yang terjadi pada sel beta di pankreas. Organ ini berfungsi sebagai penghasil hormone insulin. Seperti diketahui bahwa insulin membantu proses pengubahan gula menjadi energi. Ketika zat gula di dalam tubuh tidak diproses, maka jumlahnya akan meningkat dan semakin menumpuk di tubuh. Kemudian ia mengalir bersama darah sehingga memunculkan air seni yang manis. Rusaknya sel beta tersebut disebabkan beberapa faktor, yaitu: terjadi gangguan pada sistem imun tubuh, faktor genetic atau keturunan, infeksi virus serta malnutrisi. Seseorang dengan kondisi di atas memiliki risiko tinggi mengidap diabetes melitus tipe 1. Di Indonesia sendiri, penderita diabetes tipe 1 sebesar 2% sampai 3% dari total kasus diabetes. Umumnya penyakit ini diderita pada seseorang berusia di bawah 30 tahun. Seringkali ditemukan anak-anak dan usia remaja yang paling banyak terkena penyakit ini. Mereka biasanya tidak sadar jika mengidap diabetes melitus. Kesadaran mulai muncul di saat mereka mengalami berbagai komplikasi pada tubuhnya. Gejala yang ditimbulkan diabetes tipe 1, terdapat perbedaan antara satu dengan lainnya. Pasalnya tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bahkan sebagian dari mereka menganggap satu gejala diabetes sebagai kondisi yang wajar. Keadaan semakin parah tatkala ia tidak mendapat tindakan tepat di saat berbagai komplikasi mulai muncul. Bagi penderita stadium ringan, mereka lebih memilih konsumsi obat tradisional diabetes melitus sebagai salah satu terapi penyembuhan. Beberapa gejala yang dikeluhkan oleh penderita diabetes tipe 1 adalah: Seringkali merasa haus disertai intensitas buang air kecil yang tinggi Nafsu makan tak terkendali Berat badan turun tanpa penyebab pasti (tidak sebanding dengan keinginan untuk terus makan) Adakah perbedaan mendasar dari diabetes tipe 1 dan tipe 2? Masyarakat, terutama yang hidup di pulau Jawa, sangat kental dengan berbagai anggapan dan kepercayaan. Hal ini juga terjadi pada penderita diabetes. Ada satu anggapan bahwa penderita diabetes tipe 1 lebih kurus, sedangkan penderita diabetes melitus tipe 2 lebih gemuk, benarkah? Anggapan tersebut benar adanya. Orang yang menderita diabetes tipe 1 akan cenderung memiliki perawakan kurus dan bahkan terlihat kering, mirip seperti orang kekurangan gizi. Sementara diabetes melitus tipe 2 erat dengan tubuh gemuk, sesuai akar masalah tipe 2 ini adalah obesitas. Seperti apa pengobatan yang biasa diberikan oleh dokter? Jenis pengobatan yang diberikan oleh dokter berupa suntikan insulin atau bisa juga dalam bentuk...

Read More

Seperti Apa Wujud Obat Diabetes Paling Bagus dan Teruji Klinis?

Posted by in Mengatasi Diabetes

Semakin banyak orang yang menderita diabetes, terutama tipe 2. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa pola hidup masyarakat sekarang jauh kurang sehat jika dibandingkan masyarakat pada zaman dahulu. Banyak beredar makanan dengan zat kimia tambahan yang tentu tidak hanya memiliki resiko terhadap diabetes saja. Keadaan menjadi parah semenjak aktivitas begitu padat dan aktivitas fisik seperti olahraga jarang dilakukan. Penderita hanya mengandalkan obat diabetes yang diresepkan oleh dokter. Apa itu diabetes? Diabetes adalah suatu keadaan di mana hormon insulin tidak diproduksi maupun tidak bisa bekerja secara maksimal. Padahal hormon ini berfungsi untuk memproses gula menjadi energi. Akibatnya kadar gula darah menjadi tinggi karena gula menumpuk di dalam tubuh. Pada tingkat yang parah, air seni penderita juga menjadi manis. Sehingga dapat dikatakan bahwa penyebab diabetes adalah kadar gula darah yang begitu tinggi. Dalam terapi pengobatannya, mereka harus memastikan kadar gula darah selalu di batas normal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah pula. Obat diabetes melitus pada umumnya bekerja seperti ini, yakni seputar pengontrolan kadar gula darah. Apakah penderita diperbolehkan olahraga selain mengkonsumsi obat diabetes? Penderita diabetes sangat disarankan untuk selalu berolahraga secara teratur. Selain menjaga kebugaran fisik, olahraga akan membantunya menormalkan kadar gula darah. Terlebih lagi pada penderita yang mengalami diabetes. Olahraga akan mengurangi resiko terkena komplikasi akut yang membayangi setiap penderita diabetes. Namun perlu diingat bahwa olahraga yang dilakukan memenuhi 4 syarat utama yakni: Frekuensi Adalah hitungan mengenai seberapa sering penderita melakukan olahraga. Disarankan memang melakukannya setiap hari. Intensitas Setiap olahraga yang dilakukan penderita diabetes harus diukur dan porsinya cukup, tidak lebih maupun kurang. Anda dapat melihatnya dari ukuran denyut nadi. Apabila ukuran denyut mencapai 50% sampai 75% dari jumlah maksimal, maka intensitasnya dianggap cukup. Durasi Penderita diabetes sebaiknya berolahraga selama 20 sampai 60 menit. Apabila olahraga dilakukan dalam waktu lama bisa membuat tubuh menjadi lemas. Mengingat ia mengalami gangguan dalam proses pembentukan energi. Jenis olahraga Tidak semua jenis olahraga dapat dilakukan oleh penderita diabetes. Disarankan untuk memilih jenis olahraga yang akan meningkatkan daya tahan pada fisik, paru-paru serta jantung. Penderita diabetes tetap diharuskan untuk menjalani gaya hidup sehat, salah satunya dengan berolahraga. Olahraga juga akan membantu masa penyembuhan selain mengandalkan obat diabetes. Apakah manfaat olahraga bagi penderita diabetes? Meskipun penderita memiliki obat diabetes yang paling bagus, tetapi tanpa diimbangi dengan hidup sehat terapi pengobatan tidak akan berhasil. Olahraga yang cukup sangat dianjurkan oleh semua dokter karena sangat bermanfaat untuk: Mengurangi konsumsi obat Olahraga dapat membantu seseorang menurunkan kadar gula darah, sehingga konsumsi terhadap obat-obatan menjadi berkurang. Karena fungsi di antaranya obat diabetes melitus adalah menurunkan kadar gula darah. Mengembalikan sensitivitas insulin Pada beberapa kasus, penyebab diabetes seseorang adalah terjadinya resistensi insulin terhadap gula. Nah dengan berolahraga, kepekaan atau sensitivitas hormon ini dapat ditingkatkan kembali secara berangsur-angsur. Mengurangi resiko diabetes...

Read More