Waspadai Gejala Awal Diabetes Untuk Mencegahnya

Posted by in Mengenal DM

Gejala awal diabetes adalah satu hal yang paling sering diremehkan oleh banyak orang. Padahal jika hal tersebut lebih diperhatikan, maka tidak akan mudah seseorang menderita penyakit diabetes melitus. Dengan lebih waspada pada kemunculan beberapa gejala tersebut, seseorang akan lebih mudah mencegah maupun mengatasi penyakit diabetes melitus. Apa saja sebenarnya gejala awal diabetes tersebut? Jika sampai saat ini anda masih belum mengetahui mengenai hal tersebut, maka anda bisa mempelajarinya di sini. Beberapa Macam Gejala Awal Diabetes Melitus Penyakit diabetes melitus bisa muncul tidak hanya dikarenakan seseorang kelebihan kadar gula darah. Namun seseorang yang mengalami masalah kekurangan kadar gula darah juga sangat beresiko menderita penyakit tersebut. Oleh sebab itu, anda perlu memperhatikan baik gejala tubuh mengalami masalah kadar gula tinggi maupun kadar gula rendah. Berikut merupakan beberapa gejala seseorang yang mengalami masalah kadar gula tinggi atau juga sering disebut dengan hiperglikemia: Sering buang air kecil Sering merasa haus Terjadi penurunan berat badan yang cukup drastis namun tidak diketahui penyebabnya Pandangan mata terganggu Kulit sering mengalami masalah gatal-gatal dan juga infeksi Gejala awal diabetes pada seseorang yang mengalami hiperglikemia dan juga hipoglikemia atau kadar gula darah rendah sangat berbeda. Berikut adalah beberapa gejala seseorang yang mengalami hipoglikemia: Sering merasa lapar Tubuh sering gemetar, berkeringat, dan gelisah Kesadaran menurun secara tiba-tiba Meskipun memang anda bisa mencegah munculnya penyakit diabetes melitus dengan waspada pada beberapa gejala tersebut, namun ternyata penyakit diabetes melitus bisa menyerang anda tanpa menunjukkan gejala apapun. Dari beberapa penelitian ditemukan beberapa orang meninggal dunia dikarenakan terlambat mengetahui bahwa mereka menderita penyakit diabetes melitus. Semua itu dikarenakan mereka tidak merasakan gejala apapun. Oleh sebab itu, selain tetap waspada dengan beberapa gejala awal diabetes yang sudah kami sebutkan, ada baiknya andapun mengurangi sebisa mungkin beberapa faktor yang dapat menyebabkan anda menderita penyakit diabetes melitus tersebut. Apa Saja Faktor Penunjang Munculnya Penyakit Diabetes Melitus Penyakit diabetes melitus memang bisa menyerang anda tanpa diketahui. Oleh sebab itu, penyakit ini juga sering disebut dengan silent killer. Namun jangan khawatir. Karena meskipun terkadang penyakit ini bisa menyerang tanpa menunjukkan gejala awal diabetes apapun, anda masih bisa mencegahnya. Pencegahan penyakit diabetes melitus yang paling ampuh adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin faktor resikonya. Apa saja faktor penunjang kemunculan penyakit ini? Berikut adalah beberapa faktor tersebut: Usia Faktor usia memang adalah salah satu faktor yang paling banyak menyebabkan orang menderita penyakit diabetes melitus. Semakin tua seseorang maka akan semakin beresiko menderita penyakit tersebut. Semua itu dikarenakan fungsi tubuh akan semakin menurun dengan semakin tingginya umur. Sayangnya, kita tidak bisa mengatasi atau mengurangi faktor resiko ini. Yang bisa kita lakukan hanyalah rutin melakukan olahraga dan juga menjaga pola makan. Berat badan Berat badan juga menjadi satu faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang menderita penyakit diabetes melitus. Seseorang yang memiliki masalah kelebihan...

Read More

Apa perbedaan antara diabetes tipe I dan II ?

Posted by in Mengenal DM

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa diabetes tipe 1 sama dengan diabetes tipe 2. Hal ini masih dapat dianggap wajar mengingat gejala keduanya memang mirip. Namun pemahaman yang lebih baik terhadap masing-masing penyakit tersebut tentunya akan sangat bermanfaat bagi Anda, khususnya dalam hal pengobatan yang nantinya dijalani. Berikut ini akan kami bagikan informasi penting mengenai beberapa hal yang membuat kedua penyakit gula darah tersebut berbeda. Pastikan anda terus menyimak ulasan kami ini karena ada informasi penting lainnya di akhir artikel nanti. DM Tipe 1 dan DM Tipe 2 Menyerang Dua Kelompok Umur yang Berbeda Salah satu perbedaan DM tipe 1 dan DM tipe 2 yang mendasar adalah usia penderitanya. Hal ini karena berdasarkan data statistik, DM tipe 1 lebih sering diderita oleh anak-anak, sedangkan DM tipe 2 lebih sering ditemui pada orang dewasa. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa akar penyebab diabetes tipe 1 adalah gangguan produksi insulin. Gangguan produksi insulin yang terjadi merupakan akibat dari adanya kerusakan pada sel beta pankreas. Sel beta pankreas sendiri merupakan kelenjar yang bertugas memproduksi insulin. Dengan kata lain, ketika sel beta pankreas mengalami kerusakan, maka produksi insulin akan berkurang. Sementara itu, penyebab terjadinya kerusakan pada sel beta pankreas tersebut masih belum diketahui dengan pasti meskipun infeksi virus diyakini dapat menjadi pemicu kerusakan tersebut. Selain karena infeksi virus, faktor keturunan juga disebut sebut sebagai penyebab kerusakan sel beta pankreas tersebut. Berbeda halnya dengan DM tipe 1 yang disebabkan oleh gangguan produksi insulin, DM tipe 2 lebih cenderung disebabkan oleh gangguan fungsi insulin. Gangguan fungsi insulin yang terjadi tersebut sebenarnya dapat dipicu oleh beberapa hal yang kemudian disebut sebagai faktor pemicu diabetes. Faktor pemicu tersebut meliputi gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, pola makan yang tidak teratur dan kurangnya aktifitas fisik atau olahraga. Faktor keturunan bukanlah faktor pemicu utama untuk DM tipe 2. Pengobatan yang Diberikan Selain karena menyerang kelompok umur yang berbeda, DM tipe 1 dan DM tipe 2 berbeda karena pengobatan yang diberikan untuk keduanya pun berbeda. Penderita diabetes tipe 1 biasanya akan lebih sering diberi sulih insulin daripada obat penurun gula darah. Hal ini karena tubuh penderita lebih memerlukan pasokan insulin jika dibandingkan dengan obat penurun  gula darah. Sementara itu, untuk penderita diabetes tipe 2 pengobatan yang lebih sering diberikan adalah dalam bentuk obat penurun gula darah. Pada DM tipe 2, tubuh penderita mengalami gangguan fungsi insulin yang kemudian memicu berkurangnya sensitifitas tubuh terhadap insulin. Dalam hal ini, jika penderita diberi sulih insulin, besar kemungkinannya insulin buatan tersebut akan ditolak oleh tubuh karena sensitifitas tubuh terhadap insulin sedang mengalami penurunan. Fakta: Pengobatan Medis Dapat Memicu Hipoglikemia Catatan: Hipoglikemia adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah seseorang menjadi sangat rendah (di bawah batas yang ditentukan). Pengobatan medis yang diberikan pada penderita kencing...

Read More

Pengertian Diabetes Melitus – Bukan Hanya Sekedar Penyakit Gangguan Metabolisme (Bagian 2)

Posted by in Mengenal DM

Pada artikel yang lalu sudah dijelaskan sedikit mengenai penyebab kadar gula darah meningkat, jenis diabetes dan pengobatan yang biasanya diberikan pada penderita. selain itu juga sudah disinggung mengenai metode pengobatan lain yang perlu diupayakan untuk dapat terbebas dari penyakit gula darah tersebut mengingat pengobatan medis yang diberikan hanya mampu menjaga kestabilan kadar gula darah. Jika anda belum melihat / membaca artikel sebelumnya silahkan Klik Disini. Lalu metode pengobatan yang seperti apa yang dapat benar-benar mengatasi kencing manis? semuanya akan anda temukan disini. Namun sebelum itu, ada baiknya jika anda juga mengetahui beberapa hal seperti pencegahan dini terhadap kencing manis dan komplikasi yang biasanya dialami penderita. Pencegahan Dini Pencegahan terhadap diabetes, apapun tipenya, dapat dilakukan sejak dini. Apalagi jika sudah diketahui terdapat riwayat penderita diabetes dalam keluarga. Dengan perubahan gaya hidup, pola makan teratur, diet seimbang dan olahraga yang cukup, resiko diabetes dapat dikurangi bahkan anda dapat terbebas dari penyakit mematikan ini. Yang paling penting adalah menjaga berat tubuh agar tetap ideal dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung lemak tinggi, apalagi jika anda jarang melakukan aktifitas fisik. Penimbunan lemak yang terus menerus akan mempengaruhi kerja pankreas, terutama sel dalam menyerap gula yang masuk ke dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, tentu saja kadar gula darah dapat mengalami lonjakan yang cukup drastis. Karenanya guna menjaga fungsi pankreas dan juga sel dalam menstabilkan kadar gula darah, akan lebih baik jika konsumsi makanan kaya serat ditambah. Makanan kaya serat meliputi sayuran hijau, buah, beras merah dan gandum. Keempat jenis makanan tersebut selain mengandung serat dalam jumlah yang cukup juga memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang tinggi. Dalam hal ini, karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dengan menghambat pelepasan gula ke dalam aliran darah. Dengan begitu, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dapat membantu mengurangi kerja pankreas sehingga fungsinya tetap terjaga dengan baik. Komplikasi Yang Umumnya Terjadi Komplikasi akibat diabetes seringkali terjadi jika diabetes tidak mendapat penanganan yang serius. Umumnya, komplikasi terjadi pada daerah kaki yang diawali dengan timbulnya luka. Berbeda dengan orang yang bukan penderita diabetes, luka pada kaki penderita akan sulit sembuh dan biasanya menyebar. Jika semakin parah kemungkinan besar kaki akan diamputasi. Selain menyerang daerah kaki, komplikasi juga dapat menyerang penglihatan. Karenanya pemeriksaan mata secara teratur perlu dilakukan oleh penderita. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Komplikasi lainnya juga termasuk tekanan darah tinggi, serangan jantung, gangguan pada ginjal dan penyakit jantung koroner. Penanganan dan Solusi Yang Tepat Penanganan medis berupa pemberian insulin bagi penderita diabetes tipe I dan pemberian obat bagi penderita diabetes tipe II perlu dilakukan. Hal ini tentu saja untuk membantu menstabilkan kadar gula darah penderita yang terus meningkat. Pemberian keduanya memang menunjukkan efek positif, yaitu kadar...

Read More

Pengertian Diabetes Melitus – Bukan Hanya Sekedar Penyakit Gangguan Metabolisme

Posted by in Mengenal DM

Kebanyakan orang hanya tahu pengertian penyakit diabetes, namun mereka tidak berusaha memahami lebih lanjut akan pengertian diabetes mellitus tersebut. Memang benar diabetes merupakan penyakit gangguan metabolisme karena tingginya kadar gula dalam darah. Namun pernahkah anda berpikir tentang komplikasi yang mungkin terjadi akibat diabetes? Atau bagaimana cara mencegah diabetes? Perlu anda ketahui bahwa diabetes dapat menyerang siapa saja meskipun umumnya penderita berumur diatas 30 tahun. Belum lagi adanya fakta yang menyebutkan bahwa faktor keturunan dapat mempertinggi resiko diabetes. Namun hal ini bukan berarti bahwa seseorang dengan riwayat keluarga penderita diabetes pasti akan terserang diabetes. Faktor keturunan memang tidak bisa dihindari, namun perubahan gaya hidup dapat diupayakan guna mengurangi resiko diabetes. Mengapa Kadar Gula Dalam Darah Meningkat? Telah disebutkan sebelumnya bahwa pengertian penyakit diabetes mellitus ialah penyakit gangguan metabolisme akibat tidak terkontrolnya kadar gula dalam darah. Kadar gula yang cukup sebenarnya sangat bermanfaat bagi tubuh yang nantinya akan diolah menjadi energi dengan bantuan insulin. Namun kadar gula yang terlampau tinggi dapat membahayakan tubuh. Kadar gula yang tinggi akan dinormalkan kembali oleh pankreas dengan memproduksi jumlah insulin yang cukup. Nantinya gula akan diubah menjadi energi dan sisanya digunakan sebagai cadangan makanan bagi tubuh. Namun pada suatu kondisi, pankreas tidak mampu lagi memproduksi jumlah insulin yang cukup akibat kadar gula darah yang terus menerus meningkat. Kadar gula dalam darah terus meningkat karena tubuh mengalami resistensi terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Gula yang dihasilkan dari makanan tidak dapat diserap oleh sel sehingga tubuh kelebihan gula. Faktor obesitas ternyata berpengaruh terhadap terjadinya penolakan insulin sehingga mengakibatkan lonjakan kadar gula dalam darah. Yang terjadi selanjutnya adalah gula tetap berada dalam aliran darah karena sel tidak mampu menyerapnya dengan baik. Untuk mengatasi lonjakan gula dalam darah tersebut, tubuh terpaksa mengeluarkannya bersama urin. Tipe Diabetes Menurut penyebab terjadinya, terdapat empat macam diabetes mellitus. Namun umumnya penyakit diabetes yang paling banyak diderita adalah diabetes tipe I dan tipe II. Tipe diabetes khusus yang penyebabnya belum secara pasti diketahui jarang terjadi. Sedangkan diabetes pada ibu hamil hanya terjadi selama masa hamil. Berikut penjelasan lebih rinci mengenai jenis-jenis diabetes. - Diabetes Tipe I Pada diabetes tipe I, sel beta pankreas yang merupakan penghasil insulin mengalami kerusakan. Akibatnya insulin tidak dapat diproduksi dalam jumlah yang cukup sehingga gula yang masuk ke dalam tubuh gagal dicerna menjadi energi maupun disimpan sebagai cadangan makanan. Hal ini menyebabkan gula tetap berada dalam aliran darah sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Untuk mengatasi kadar gula darah yang semakin meningkat, tubuh harus segera diberikan suplai insulin dari luar. Namun perlu diingat bahwa pemberian insulin tidak akan memberikan efek sembuh bagi penderita. Justru nantinya penderita akan sangat bergantung sekali pada pemberian insulin dari luar tersebut. Tentu saja efeknya tidak baik bagi tubuh. Karenanya diperlukan...

Read More