Mengenal Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi Dan Cara Mengatasinya

Posted by in Tanda

Selama ini kebanyakan dari kita hanya berpatokan pada ciri-ciri gula darah tinggi untuk mengetahui apakah kita menderita penyakit diabetes melitus atau tidak. Sayangnya, mulai banyak orang yang menderita penyakit diabetes yang sama sekali tidak mengalami gejala apapun. Hal tersebut jelas semakin membuat kita kesulitan mengetahui apakah kita menderita penyakit diabetes melitus atau tidak. Banyak sekali orang yang sudah menjadi korban karena hal tersebut. Mereka terlambat mengetahui bahwa sebenarnya mereka sudah menderita penyakit diabetes melitus. Oleh sebab itu, saat ini tampaknya waspada dengan ciri-ciri gula darah tinggi saja masih belum cukup untuk menjamin bahwa anda tidak akan menderita penyakit diabetes melitus. Untuk menjamin agar anda tidak sampai menderita penyakit diabetes melitus, anda juga harus mengetahui apa saja faktor pemicunya. Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi yang Terkadang Dialami Oleh Penderita Diabetes Melitus Meskipun mulai banyak orang yang menderita penyakit diabetes melitus tanpa mengalami ciri-ciri gula darah tinggi, anda tetap harus waspada dengan gejala-gejala tersebut. Gejala penyakit diabetes melitus sebenarnya tidak hanya dialami oleh orang yang mengalami kadar gula darah tinggi. Orang yang mengalami kadar gula darah rendah juga memiliki risiko menderita penyakit diabetes melitus. Oleh sebab itu, anda perlu mengetahui kedua jenis gejala penyakit diabetes melitus tersebut. Berikut ini merupakan beberapa gejala yang sering dialami oleh mereka yang memiliki masalah hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi: Sering buang air kecil Sering haus Berat badan menurun tanpa ada sebab yang jelas Kulit mengalami gatal-gatal dan juga infeksi Pandangan kabur   Selain itu, andapun harus waspada dengan beberapa gejala hipoglikemia atau kadar gula darah rendah berikut ini: Sering lapar Kesadaran sering menurun Tubuh gemetar dan juga berkeringat Sering merasa cemas Jika anda mulai merasakan salah satu dari ciri-ciri gula darah tinggi maupun gula darah rendah tersebut, kami sarankan anda untuk secepatnya melakukan cek darah dan juga berkonsultasi dengan dokter karena kedua macam gejala tersebut sama berbahayanya jika tidak segera diatasi. Mengenal Faktor Pemicu Penyakit Diabetes Melitus Perlu anda ketahui juga bahwa berpatokan dengan ciri-ciri gula darah tinggi saja masih belum cukup untuk memastikan bahwa anda tidak menderita penyakit diabetes melitus. Untuk lebih amannya, kami sarankan anda juga mulai mengetahui apa saja faktor yang dapat memicu penyakit diabetes melitus itu sendiri. Ada 3 macam faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita penyakit diabetes melitus. Berikut adalah 3 macam faktor tersebut: Umur Semakin tua seseorang akan semakin berisiko menjadi penderita penyakit diabetes melitus. Sebelum itu terjadi, mulailah rutin berolahraga dan juga mengatur pola makan anda dari sekarang. Kelebihan berat badan Obesitas atau kelebihan berat badan juga menjadi faktor pemicu penyakit diabetes melitus. Karena itu sebisa mungkin jaga jangan sampai berat badan anda melebihi berat badan normal. Penyakit hipertensi dan kolesterol Menderita penyakit hipertensi dan juga kolesterol dalam jangka waktu lama juga meningkatkan resiko anda untuk...

Read More

5 Gejala diabetes dan Pengobatannya

Posted by in Tanda

Penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tinggi selain penyakit jantung dan kanker. Karenanya pemahaman akan penyakit kencing manis sendiri perlu ditingkatkan, terutama yang berhubungan dengan gejala penyakit tersebut. Mungkin sebagian besar dari anda bertanya mengapa perlu memahami gejala diabetes tersebut. Hal ini karena dengan memahami gejalanya, maka anda dapat lebih waspada terhadap kehadiran penyakit gula darah ini. Terkait dengan kewaspadaan tersebut, maka dalam artikel kali ini anda akan mendapatkan informasi penting yang berhubungan dengan gejala diabetes dan pencegahannya. Perlu diketahui bahwa  informasi tersebut diharapkan mampu mengurangi resiko anda untuk terkena penyakit kencing manis. Berikut ini beberapa gejala kencing manis yang umumnya melekat pada penderita. Sering Buang Air Kecil Intensitas buang air kecil yang meningkat merupakan salah satu bentuk gejala diabetes melitus tipe 1. Namun perlu diingat bahwa gejala ini juga merupakan gejala diabetes melitus tipe 2. Artinya, penderita diabetes tipe 2 juga akan menemui gejala yang sama meskipun akar penyebab keduanya berbeda. Mengapa intensitas buang air kecil meningkat? Perlu diingat bahwa ketika kadar gula dalam darah meningkat, tubuh akan secara otomatis merespon peningkatan tersebut dengan cara mengeluarkan kelebihan gula ke dalam urin. Sementara itu, ginjal sebagai organ yang berfungsi menyaring urin memiliki nilai batas ambang ginjal. Nilai batas ambang ginjal ini berhubungan dengan kemampuan ginjal dalam hal menahan kelebihan gula dalam darah. Dalam hal ini ginjal hanya mampu menahan kelebihan gula dalam darah jika kadar gula tidak melebihi 180 mg/dL. Jika lebih maka ginjal tidak akan mampu lagi menahan kelebihan gula yang ada. Ketika ginjal sudah tidak mampu lagi menahan kelebihan gula dalam darah, maka secara otomatis kelebihan gula dalam darah akan masuk ke dalam urin. Dengan masuknya  gula ke dalam urin ini kemudian tubuh merespon dengan menarik lebih banyak cairan tubuh ke dalam urin. Tujuannya adalah untuk mengurangi kepekatan urin yang akan dikeluarkan. Inilah yang menyebabkan intensitas buang air kecil semakin meningkat. ==>Klik Di Sini agar gula darah Anda tetap stabil<== Sering Lapar Rasa lapar yang sering dikeluhkan oleh penderita diabetes merupakan salah satu bentuk gejala kencing manis yang melekat pada penderita. Hal ini sebenarnya akibat intensitas buang air kecil yang meningkat yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah. Sementara itu peningkatan kadar gula darah disebabkan oleh adanya gangguan produksi insulin dan atau gangguan fungsi insulin. Rasa lapar yang muncul umumnya akan segera ditanggapi penderita dengan sering makan dalam jumlah yang banyak. Hal ini seringkali disalahartikan oleh penderita sendiri sebagai peningkatan nafsu makan. Padahal sebenarnya rasa lapar yang muncul merupakan pertanda bahwa kadar gula darah tidak stabil atau meningkat. Sering Minum Selain rasa lapar, penderita kencing manis juga akan sering merasa haus. Akibatnya penderita pun akan sering minum dalam jumlah yang banyak. Umumnya yang dipilih adalah minuman bersoda dan dingin yang justru semakin meningkatkan...

Read More

5 Ciri-Ciri Diabetes dan Cara Mengatasinya

Posted by in Tanda

Penyakit diabetes selalu ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah penderita. Dengan kata lain, meningkatnya kadar gula darah merupakan salah satu ciri diabetes. Mengenali ciri ciri gejala diabetes ini nantinya akan berdampak pada penurunan resiko diabetes karena dengan mengenali ciri diabetes melitus tersebut maka penanganan medis dapat segera diupayakan jika memang terbukti menderita diabetes. Setidaknya terdapat 5 ciri-ciri diabetes mellitus yang perlu diwaspadai kemunculannya. Berikut uraian selengkapnya. Meningkatnya kadar gula darah Meningkatnya kadar gula darah seringkali disalahartikan sebagai penyebab diabetes. Padahal sebenarnya lonjakan kadar gula darah yang terjadi merupakan akibat dari gangguan produksi insulin, gangguan fungsi insulin atau kombinasi keduanya. Gangguan produksi insulin terjadi akibat kelenjar yang berfungsi memproduksi insulin mengalami kerusakan sehingga produksi insulin pun terganggu. Dengan begitu, insulin yang dihasilkan guna mengontrol kadar gula darah berkurang jumlahnya. Akibat berkurangnya jumlah insulin yang ada maka dampaknya kadar gula darah meningkat karena tidak ada lagi yang bertugas mengontrolnya. Hal yang sama juga terjadi ketika fungsi insulin dalam hal mengontrol kadar gula darah terganggu. Kadar gula darah nantinya juga akan mengalami lonjakan. Namun hal ini bukan dipicu oleh kerusakan sel beta pankreas. Dengan kata lain, sel beta pankreas masih mampu menjalankan fungsinya dalam memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Namun sayangnya insulin yang dihasilkan tidak dapat berfungsi optimal karena gangguan fungsi insulin tadi. Gangguan fungsi insulin dapat dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah karena obesitas yang cenderung menyebabkan penimbunan lemak di dalam tubuh. Karenanya guna mencegah diabetes maka pengendalian berat badan harus dilakukan guna meningkatkan fungsi insulin dalam mengontrol kadar gula darah. Klik Di Sini Sekarang, Dapatkan gula darah yang normal dan stabil dalam waktu singkat   Poliuri Poliuri atau sering buang air kecil merupakan gejala yang paling umum ditemui pada penderita diabetes. Poliuri terjadi akibat ginjal sudah tidak mampu lagi menahan kelebihan gula dalam darah akibat tidak terkontrolnya pelepasan gula ke dalam aliran darah. Terkait dengan hal ini, ginjal memiliki nilai batas ambang ginjal, yaitu 180 mg/dL. Jika kadar gula darah melebihi nilai tersebut maka nantinya kelebihan gula dalam darah akan diserap oleh ginjal untuk dibuang bersama dengan urin. Dengan dibuangnya kelebihan gula ke dalam urin, maka seharusnya urin menjadi lebih pekat. Namun tubuh punya cara guna mengurangi kepekatan urin yang akan dikeluarkan, yaitu dengan menarik lebih banyak cairan tubuh ke dalam urin. Dengan banyaknya cairan tubuh yang ditarik ke dalam urin maka akan meningkatkan intensitas penderita dalam hal buang air kecil. Polifagi Polifagi atau banyak makan merupakan efek dari kurang tersuplainya tubuh dengan nutrisi. Perlu diketahui bahwa gula yang dibuang bersama dengan urin seharusnya dapat diserap dan dimanfaatkan oleh sel. Namun akibat gangguan produksi insulin maupun gangguan fungsi insulin gula tidak dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga tubuh pun harus kehilangan banyak nutrisi yang bisa didapat dari gula tersebut....

Read More

Gejala Awal Diabetes – Apakah Sama Dengan Gejala Diabetes Pada Umumnya?

Posted by in Tanda

Penyakit diabetes dapat dideteksi dari gejalanya. Biasanya gejala yang melekat pada penderita diabetes merupakan gejala diabetes awal. Gejala awal diabetes ini seringkali tidak disadari oleh penderita. Umumnya mereka baru menyadarinya ketika melakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan kesehatan secara umum maupun pemeriksaan yang dilakukan secara khusus untuk mengetahui apakah memang benar-benar menderita diabetes atau tidak. Karena umumnya penderita baru menyadari penyakitnya setelah melakukan pemeriksaan, maka tidak heran jika jumlah penderita diabetes selalu bertambah setiap tahunnya. Karena itulah alangkah baiknya jika anda mengenali gejala awal diabetes melitus untuk mengurangi resiko diabetes. Hal ini karena setelah menemui gejala awal diabetes maka mau tidak mau anda akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah sehingga ketika diketahui menderita diabetes upaya medis atau non medis dengan obat tradisional kencing manis akan segera diberikan guna menstabilkan kembali kadar gula darah. Hal ini tentunya akan berdampak pada resiko komplikasi diabetes yang nantinya resikonya dapat dikurangi. Apakah Sering Buang Air Kecil Merupakan Gejala Awal Diabetes? Penyakit diabetes ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Tingginya kadar gula darah ini akan menyebabkan tubuh menarik lebih banyak cairan ke dalam urin. Hal ini guna mengencerkan urin yang akan dikeluarkan mengingat kelebihan gula dalam darah juga akan dikeluarkan melalui urin. Kelebihan gula dalam darah dipicu oleh rusaknya sel beta pankreas dan/atau resistensi sel terhadap insulin. Insulin sendiri sangat diperlukan dalam proses metabolisme gula yang bersumber dari makanan. Dengan tidak adanya produksi insulin dan/atau terjadinya reaksi penolakan oleh sel terhadap insulin yang ada, maka proses metabolisme gula menjadi terhambat. Gula pun akhirnya tetap berada dalam aliran darah sehingga kadar gula darah meningkat drastis. Seperti yang telah dijelaskan di awal tadi bahwa kelebihan gula dalam darah akan dibuang tubuh lewat urin. Namun akibat terlalu banyaknya gula yang harus dibuang maka tubuh terpaksa menarik lebih banyak cairan yang ada guna mengencerkan urin sehingga urin yang dikeluarkan menjadi lebih encer dan banyak. Inilah alasan utama mengapa penderita diabetes akan sering buang air kecil. Karena itulah sering buang air kecil, khususnya pada malam hari dianggap sebagai gejala awal diabetes yang harus diwaspadai. Jika muncul gejala ini, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kadar gula darah agar dapat diketahui dengan pasti apakah anda menderita diabetes atau tidak. Apakah Penurunan Berat Badan Dapat Dikategorikan Sebagai Gejala Awal Diabetes? Penurunan berat badan juga harus dicurigai sebagai gejala awal diabetes. Hal ini mengingat penurunan berat badan secara drastis dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama merupakan pertanda diabetes. Mengapa demikian? Perlu diketahui bahwa ketika kadar gula dalam darah meningkat maka akan membuat tubuh kehilangan banyak nutrisi penting. Hal ini karena gula berlebih tersebut akan dibuang tubuh bersama dengan urin. Padahal gula tersebut seharusnya dicerna di dalam sel sehingga menjadi energi dan cadangan makanan bagi tubuh. Akibat dibuangnya gula bersama dengan urin, maka tubuh kehilangan jatah nutrisi...

Read More

Adakah hubungan antara sering buang air kecil dengan gejala diabetes melitus?

Posted by in Tanda

Penyakit diabetes melitus sudah sangat akrab dengan masyarakat. Hal ini mengingat banyaknya penderita diabetes yang jumlahnya pun terus bertambah tiap tahunnya. Mengapa selalu bertambah? Tentu hal ini sangat erat kaitannya dengan pemahaman masyarakat akan penyakit diabetes itu sendiri. Terkait dengan pemahaman akan penyakit diabetes, sebagian besar orang justru belum memahami tentang esensi penyakit tersebut. Hal ini tentunya akan berdampak pada penanganan penyakit yang umumnya baru disadari setelah diderita. Sebagian besar dari mereka justru baru menyadari bahwa dirinya menderita diabetes setelah melakukan pemeriksaan, khususnya pemeriksaan kesehatan secara umum. Mungkin anda akan bertanya mengenai pentingnya pemahaman yang cukup akan penyakit diabetes. Lalu apa sebenarnya yang perlu dipahami terlebih dahulu? Hal pertama yang harus anda pahami dengan benar adalah mengenai gejala penyakit diabetes. Gejala diabetes mellitus merupakan penunjuk yang dapat dijadikan pedoman sehingga nantinya pemeriksaan kadar gula darah dapat segera dilakukan guna mengetahui apakah gejala penyakit diabetes melitus yang muncul memang benar-benar pertanda bahwa anda menderita diabetes. Tingginya Kadar Gula Darah Memicu Sering Buang Air Kecil Tingginya kadar gula darah penderita merupakan pertanda diabetes. Pertanda lainnya meliputi banyaknya kandungan gula dalam urin penderita. Yang perlu diingat terkait kedua pertanda diabetes tersebut ialah keduanya bukan termasuk gejala DM. Keduanya merupakan penunjuk diabetes terhadap gejala gejala diabetes yang muncul. Tingginya kadar gula darah tersebut sebenarnya dapat dipicu oleh beberapa hal. Namun yang paling umum adalah akibat adanya kerusakan pada sel beta pankreas dan resistensi sel terhadap insulin. Perlu diingat bahwa untuk dapat mencerna gula yang berasal dari makanan, tubuh memerlukan insulin dalam jumlah yang cukup. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk membantu metabolisme gula di dalam tubuh. Ketika sel beta pankreas mengalami kerusakan, maka akan berpengaruh terhadap produksi insulin. Yang sangat disayangkan apabila kerusakan yang terjadi sangat parah. Hal ini tentu saja akan semakin berpengaruh terhadap jumlah produksi insulin yang dihasilkan. Resistensi sel terhadap insulin juga memicu peningkatan kadar gula darah. Perbedaan mendasar antara resistensi sel dan kerusakan sel beta pankreas terletak pada produksi insulin yang nantinya dihasilkan. Ketika terjadi resistensi sel terhadap insulin, di dalam tubuh masih dapat dihasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Namun karena resistensi sel terhadap insulin, insulin gagal menjalankan fungsinya dengan baik sehingga proses metabolisme gula pun terhambat. Terhambatnya proses metabolisme gula ini nantinya akan menyebabkan gula tidak dapat dicerna dan dimanfaatkan sebagai penghasil energi dan cadangan makanan. Akibatnya gula pun tetap berada dalam aliran darah sehingga kadar gula darah pun meningkat. Peningkatan kadar gula darah ini nantinya akan dibuang melalui urin. Namun sebelum itu tubuh telah menarik lebih banyak cairan yang dimilikinya ke dalam urin guna mengurangi kepekatan urin yang akan dikeluarkan. Inilah yang menjadi alasan mengapa penderita akan sering buang air kecil. Sering Buang Air Kecil Memicu Rasa Cepat Lapar Akibat...

Read More

3 gejala diabetes yang tidak boleh Anda abaikan

Posted by in Tanda

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang berbahaya mengingat belum ditemukannya obat diabetes yang dapat secara efektif mengobati penyakit tersebut sampai tuntas. Hal ini berkaitan erat dengan penyebab penyakit diabetes, yaitu karena rusaknya sel beta pankreas dan/atau adanya resistensi sel terhadap insulin. Cara mengatasi penyakit diabetes yang efektif haruslah mampu merangsang tubuh untuk meregenerasi sel beta pankreas yang rusak sehingga nantinya insulin dapat diproduksi kembali dalam jumlah yang cukup. Selain dapat meregenerasi sel beta pankreas, obat tersebut juga harus mampu meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin yang ada sehingga insulin dapat berfungsi normal dalam membantu proses metabolisme gula. Bagaimana dengan upaya medis yang ada yang berupa pemberian insulin dan obat hipoglikemik oral? Ketahuilah bahwa keduanya hanya mampu memberikan efek sembuh sementara bagi penderita akibat tidak mampu menuntaskan akar permasalahan diabetes. Mengingat upaya medis yang diberikan penderita hanya mampu memberikan efek sembuh sementara maka nantinya penderita akan menjadi sangat tergantung sekali pada obat tersebut. Padahal ketergantungan terhadap keduanya tidak akan memberikan kesembuhan bagi penderita yang sifatnya permanen. Bahkan kedua upaya medis yang diberikan tersebut justru memperbesar resiko penderita terhadap komplikasi diabetes. Mengingat pengobatan yang ada belum mampu menyelesaikan akar permasalahan diabetes, maka upaya pencegahan haruslah dilakukan sejak dini. Upaya tersebut dapat dimulai dengan mengenali gejala diabetes yang umumnya melekat pada penderita. Berikut definisi untuk masing-masing gejala sakit diabetes yang ada. Sering buang air kecil Seseorang dikatakan menderita diabetes ketika setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kadar gula darahnya, nilai yang ditunjukkan melebihi nilai kadar gula darah normal. Kadar gula yang meningkat ini umumnya disebabkan oleh dua hal, yaitu karena kerusakan pada sel beta pankreas dan/atau adanya reaksi penolakan sel terhadap insulin. Keduanya akan mengakibatkan gula yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh. Perlu diketahui bahwa gula yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan seharusnya dapat diubah menjadi energi dan cadangan makanan bagi tubuh melalui proses metabolisme yang melibatkan insulin di dalamnya. Insulin dalam hal ini akan membantu proses metabolisme agar gula dapat terserap oleh sel. Namun sayangnya karena kedua penyebab yang telah disebutkan tadi, proses metabolisme gula menjadi terhambat sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah. Karena gula tetap berada dalam aliran darah maka kadar gula dalam darah menjadi meningkat. Adanya gula berlebih dalam darah ini dapat menyebabkan timbulnya masalah lain. Karenanya tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula tersebut melalui urin. Agar tidak terlalu pekat urin yang dikeluarkan maka tubuh juga akan menarik cairan tubuh ke dalam urin sehingga menyebabkan penderita sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Penurunan berat badan Penurunan berat badan umumnya terjadi pada penderita diabetes akibat tubuh mereka kekurangan nutrisi. Ketahuilah bahwa tingginya kadar gula dalam darah memaksa tubuh untuk mengeluarkan kelebihan gula tersebut melalui urin. Hal ini tentu saja mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi...

Read More