Sering buang air kecil merupakan salah satu gejala penyakit diabetes melitus yang perlu anda waspadai. Apalagi jika mengingat gejala penyakit diabetes melitus yang satu ini seringkali disalahartikan. Karenanya pemahaman yang lebih baik terkait salah satu tanda dan gejala penyakit diabetes melitus ini perlu diupayakan. Terlepas dari pemahaman tersebut, mungkin sebagian dari anda masih mempertanyakan mengapa sering buang air kecil bisa tergolong sebagai salah satu gejala sakit diabetes. Sebenarnya terdapat beberapa alasan yang diantaranya sebagai berikut.

Gangguan Metabolisme

Gejala Penyakit Diabetes MelitusSering buang air kecil memang merupakan salah satu gejala diabetes. Meningkatnya frekuensi buang air kecil tersebut sangat erat hubungannya dengan gangguan metabolisme tubuh yang sedang dialami penderita diabetes. Gangguan metabolisme  inilah yang nantinya menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah. Lonjakan gula darah tersebut harus segera diatasi dengan menstabilkannya kembali. Biasanya akan diberikan obat herbal diabetes melitus atau terapi DM dengan suntik insulin guna membantu menurunkan gula darah. Ketika gula darah kembali dapat dikendalikan dengan baik, maka frekuensi buang air kecil pun akan berkurang dengan sendirinya.

Lonjakan Gula Darah

Lonjakan gula darah merupakan alasan utama bagi tubuh untuk meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini dilakukannya guna mengurangi kelebihan gula yang ada dalam aliran darah, mengingat kelebihan gula dalam darah dapat memicu gangguan kesehatan lainnya. Karenanya kemudian tubuh menugaskan ginjal untuk ikut menyaring gula dalam darah dan membuangnya bersama dengan urin. Cara ini memang terbukti dapat membantu mengurangi kadar gula dalam darah. Namun jika terus menerus dilakukan tanpa diimbangi dengan pengobatan dan diet diabetes melitus, maka hasilnya akan sia sia. Penderita nantinya hanya akan semakin beresiko terkena komplikasi.

Tugas Ginjal

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa kelebihan gula dalam darah akan dibuang bersama dengan urin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi lonjakan gula darah yang terjadi. Sementara itu, organ yang bertugas menyaring kelebihan gula dalam darah adalah ginjal. Dengan tambahan tugas tersebut, ginjal tentunya akan semakin terbebani. Jika hal ini dibiarkan, ginjal dapat mengalami kerusakan. karenanya kemudian penderita disarankan untuk segera menjalani pengobatan, ketika terjadi lonjakan gula darah yang cukup drastis. Meski Cara Pengobatan Diabetes yang diperoleh nantinya dapat secara efektif menurunkan gula darah, penderita tetap perlu melakukan perubahan gaya hidup. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan sehat untuk penderita diabetes. Hal ini dilakukan guna meningkatkan efektifitas pengobatan tersebut, mengingat pengobatan medis ternyata belum mampu menuntaskan permasalahan utama diabetes.