Anda sedang menjalani terapi DM? Jika ya, ada baiknya anda mengurangi konsumsi 5 makanan berikut ini agar hasil terapi DM yang sedang anda jalani bisa lebih maksimal. Apapun jenis terapi untuk DM yang sedang anda upayakan, baik terapi medis maupun pengobatan kencing manis secara alami, hasil yang lebih maksimal tentunya akan sangat diharapkan. Terlebih untuk dapat mengatasi penyakit gula darah yang diderita memang diperlukan untuk lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Apa saja 5 makanan yang harus dihindari tersebut? Simak saja uraian berikut ini seperti dilansir dari Tribunnews (2/3/2013).

Donat

Terapi DMSiapa tidak kenal dengan makanan yang satu ini. Makanan ini bisa dinikmati kapanpun, meski seringkali dikonsumsi sebagai camilan. Namun siapa sangka donat ternyata dapat memicu lonjakan gula darah. Hal ini tentunya akan berdampak negatif bagi penderita diabetes. Terlebih jika penderita sedang menjalani terapi untuk DM atau pengobatan kencing manis. Alih alih ingin segera sembuh dari penyakitnya tersebut, penderita justru akan semakin rentan terkena komplikasi diabetes melitus.

Kentang

Kentang dikenal kaya akan karbohidrat dan karenanya memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Indeks glikemik yang relatif tinggi tersebut menunjukkan bahwa kentang bukanlah makanan yang seharusnya dikonsumsi oleh penderita diabetes. Karenanya kurangi konsumsi kentang agar kadar gula darah tidak kembali mengalami lonjakan. Apalagi jika penderita sedang menjalani terapi atau pengobatan, baik pengobatan medis maupun pengobatan alternatif diabetes melitus. Konsumsi kentang yang terlalu sering tentunya dapat mengurangi efektifitas pengobatan tersebut.

Labu

Sama halnya dengan kentang, labu juga merupakan sayuran yang cepat berubah menjadi gula ketika masuk ke dalam tubuh. Jika sensitifitas sel terhadap insulin sedang kurang baik, maka akibatnya akan terjadi lonjakan gula darah yang cukup drastis. Hal ini juga berlaku ketika sekresi insulin berkurang, sehingga kemudian memunculkan gejala penyakit diabetes melitus yang salah satunya adalah lonjakan gula darah.

Jagung

Selain kentang dan labu, makanan lainnya yang juga sebaiknya dihindari adalah jagung. Seperti halnya nasi putih, jagung juga kaya akan karbohidrat. Karenanya jagung akan lebih cepat menaikkan gula darah penderita dibandingkan dengan makanan lain seperti gandum dan beras merah. Lonjakan gula darah yang terjadi tentunya akan mengurangi efektifitas pengobatan yang sedang dijalani.

Bapak Ibu

Alkohol

Berbeda dengan keempat makanan sebelumnya, alkohol justru dapat memicu penurunan gula darah yang cukup drastis. Sekilas hal ini tampak menguntungkan bagi penderita. Namun ternyata penurunan yang terjadi akan sejalan dengan hasil pengobatan yang sedang diupayakan, sehingga penderita nantinya akan lebih cenderung mengalami hipoglikemia.