Ingin memperoleh hasil terapi diabetes mellitus yang lebih maksimal? Cobalah ganti kebiasaan anda mengkonsumsi nasi putih dengan nasi merah. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh dr. Samuel Oetoro, MS, SpKG, dalam bukunya ‘Smart Eating.’ Ia mengungkapkan bahwa nasi merah dapat mengerem terjadinya lonjakan gula darah, sehingga nantinya dapat semakin meningkatkan hasil terapi untuk diabetes mellitus yang sedang dijalani. Lalu apa yang membuat konsumsi nasi merah lebih dianjurkan daripada nasi putih? Simak saja uraian kami berikut ini. Fakta Nasi Putih Terapi Diabetes MellitusMenurut dr. Samuel Oetoro, MS, SpKG, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana tersebut lebih cepat diserap di usus, sehingga akan lebih cenderung memicu terjadinya lonjakan gula darah dan komplikasi diabetes melitus. Lonjakan gula darah yang terjadi memang nantinya dapat diatasi dengan terapi diabetes melitus. Namun jika lonjakan gula darah terjadi secara terus menerus, maka hasil terapi untuk penyakit diabetes mellitus tersebut dapat berkurang. Penderita justru akan lebih cenderung mengalami ketergantungan terhadap terapi diabetes mellitus yang sedang dijalani tersebut. Selain lebih cenderung mengalami ketergantungan, penderita nantinya juga akan lebih sering mengalami gejala gejala diabetes, mengingat semakin sering lonjakan gula darah terjadi, maka akan semakin sering pula gejala penyakit tersebut muncul. Hal ini sesuai dengan pengertian diabetes melitus itu sendiri. Karenanya konsumsi nasi putih akan lebih baik jika dikurangi guna meningkatkan hasil terapi yang sedang diupayakan. Selain lebih cenderung meningkatkan kadar gula darah, nasi putih juga akan membuat penderita lebih cepat merasa lapar. Hal ini tentunya akan semakin mendorong penderita untuk terus makan, yang justru akan memicu lonjakan gula darah. Terlebih lagi, nasi putih juga dapat memicu timbulnya rasa kantuk yang dapat mengganggu aktifitas harian penderita. Inilah sebabnya nasi putih tidak masuk dalam kategori makanan penderita diabetes. Manfaat Nasi Merah Berbeda halnya dengan nasi putih, nasi merah mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks ini lebih lama diserap usus, sehingga tidak akan memicu lonjakan gula darah. Selain itu, lambatnya proses penyerapan di usus nantinya juga akan dapat membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Hal ini tentu dapat membantu penderita menjaga pola makannya, sehingga ia terhindar dari makan berlebihan. Meski banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh penderita dengan mengkonsumsi nasi merah, masih banyak dari mereka yang enggan mengkonsumsinya. Alasannya tentu berhubungan dengan cara memasak beras merah yang dianggap lebih sulit jika dibandingkan dengan memasak beras putih. Selain itu, beras atau nasi merah rasanya tidak senikmat nasi putih. Meski demikian, alangkah baiknya jika penderita dapat segera mengganti konsumsi beras putih dengan beras merah. Untuk mulai membiasakan, penderita dapat mencoba setengah cup nasi merah saja yang dicampur dengan setengah cup nasi putih. Seiring dengan berjalannya waktu, kurangilah porsi nasi putih. Dengan begitu, manfaat nasi merah akan lebih optimal, khususnya dalam hal meningkatkan hasil terapi yang sedang dijalani. Dengan kata lain, nasi merah nantinya dapat dianggap sebagai solusi diabetes bagi penderita.