DM tipe 2 atau Diabetes tipe 2 merupakan tipe diabetes lain yang umumnya diderita selain diabetes melitus tipe 1. Seperti halnya diabetes tipe 1, diabetes mellitus tipe 2 juga memiliki  gejala yang sama, yaitu sering buang air kecil, polifagi, polidipsi dan penurunan berat badan. Yang membedakan keduanya hanya pada penyebab meningkatnya kadar gula darah. Penyebab meningkatnya kadar gula darah pada diabetes melitus tipe II adalah adanya resistensi sel terhadap insulin yang ada. Dalam hal ini sel beta pankreas sebagai penghasil insulin bagi tubuh masih dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dalam hal memproduksi jumlah insulin yang cukup guna mendukung proses metabolisme glukosa. Namun sayangnya, akibat resistensi sel terhadap insulin yang ada, proses metabolisme glukosa menjadi terhambat sehingga kadar gula darahpun meningkat.

Apa Penyebab Terjadinya Resistensi Sel Terhadap Insulin?

Mekanisme Siklus Gula Darah (DM Tipe 2)Mengingat penyebab peningkatan kadar gula darah pada diabetes tipe 2 adalah resistensi sel terhadap insulin, mungkin anda akan bertanya mengapa resistensi bisa terjadi. Penyebab terjadinya resistensi sel terhadap insulin memang belum diketahui secara pasti. Namun resistensi sel terhadap insulin ditengarai dapat dipicu oleh penimbunan lemak di dalam tubuh. Penimbunan lemak di dalam tubuh akan sangat fatal akibatnya bagi kelancaran proses metabolisme glukosa yang melibatkan insulin dan sel. Hal ini karena penimbunan lemak yang ada akan cenderung menutupi permukaan sel sehingga nantinya akan menimbulkan reaksi penolakan sel terhadap insulin. Lemak sendiri sebenarnya sangat bermanfaat bagi tubuh. Namun jika jumlahnya melebihi jumlah yang diperlukan tubuh maka akibatnya akan terjadi penimbunan lemak di dalam tubuh. Penimbunan lemak di dalam tubuh ini nantinya akan mengakibatkan reaksi yang kontradiktif atau berlawanan yang berimbas pada terhambatnya proses metabolisme glukosa.

Apakah Resistensi Nantinya Dapat Memicu Kerusakan Pada Sel Beta Pankreas?

Resistensi sel terhadap insulin membuat insulin yang telah diproduksi oleh sel beta pankreas menjadi kehilangan fungsinya. Akibatnya sel beta pankreas akan secara terus menerus memproduksi insulin guna memenuhi kebutuhan tubuh dalam hal mendukung proses metabolisme glukosa. Akibat dipaksa untuk menghasilkan insulin secara terus menerus tanpa henti, maka lama kelamaan sel beta pankreas akan rusak. Kerusakan sel beta pankreas inilah yang seharusnya dicegah mengingat pentingnya fungsi sel tersebut, yaitu sebagai penghasil utama insulin bagi tubuh.

Pengobatan Diabetes Tipe 2

Penderita diabetes umumnya akan diberi obat anti diabetes guna membantu menstabilkan kadar gula darahnya. Terdapat berbagai jenis obat diabetes melitus tipe 2. Namun umumnya, efek yang diberikan sama meskipun nantinya akan ada beberapa jenis obat yang tidak boleh diberikan pada penderita dengan kondisi kesehatan tertentu. Tablet Glukosa Hanya Berfungsi Untuk Mencegah HipoglikemiaEfek yang diberikan ketika obat diabetes diminum ialah kadar gula darah yang menurun. Namun perlu diwaspadai gejala hipoglikemia, dimana kadar gula darah penderita nantinya akan menurun sangat drastis. Umumnya memang obat yang diberikan dapat memicu hipoglikemia sehingga guna mencegah hipoglikemia tersebut penderita dianjurkan untuk selalu membawa tablet glukosa atau makanan yang mengandung glukosa.

Pemberian Insulin- Akankah Efektif Dalam Menstabilkan Kadar Gula Darah?

Penderita diabetes tipe 2 akan sangat jarang sekali diberikan suplai insulin buatan dari luar tubuh. Hal ini mengingat sel beta pankreas masih dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Hanya saja fungsi insulin dalam membantu proses metabolisme glukosa menjadi terhambat akibat adanya resistensi sel terhadap insulin sehingga kadar gula darahpun meningkat drastis. Intinya pemberian insulin buatan pada penderita diabetes tipe 2 tidak akan efektif mengingat yang diperlukan penderita adalah sensitifitas sel yang cukup baik terhadap insulin yang ada. Namun pada suatu kondisi, suplai insulin buatan dari luar tubuh dapat diberikan pada penderita. Hal ini mengingat resistensi sel terhadap insulin dapat memicu kerusakan sel beta pankreas akibat sel tersebut dipaksa secara terus menerus untuk menghasilkan jumlah insulin yang diperlukan tubuh. Namun perlu diingat bahwa pemberian insulin buatan pada penderita diabetes tipe 2 biasanya terjadi setelah menderita penyakit tersebut dalam jangka waktu yang lama. Hal ini ternyata juga berkaitan dengan obat diabetes yang diberikan yang nantinya hanya mampu memberikan efek sembuh sementara.

Terapi Diabetes Untuk Penderita

Karena obat diabetes melitus yang ada belum mampu menuntaskan akar permasalahan diabetes, maka tidak ada salahnya mencoba terapi diabetes herbal yang sekarang banyak dijumpai. Ramuan obat diabetes herbal yang ada saat ini memang terbukti dapat meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin, sehingga nantinya ketergantungan terhadap obat dapat dikurangi secara bertahap.

KLIK DI SINI untuk terbebas dari ketergantungan obat dokter