Penyakit kencing manis memang seringkali dianggap sebagai penyakit keturunan. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena ternyata faktor keturunan hanya mempengaruhi tidak lebih dari 10% resiko seseorang untuk terkena diabetes tipe 2. Memang faktor keturunan cukup berperan dalam diabetes tipe 1, tetapi tidak begitu halnya untuk diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, dan pola makan. Sayangnya justru jumlah penderita diabetes tipe 2 inilah yang paling banyak. Ini artinya, dengan teknologi yang semakin maju, gaya hidup manusia juga semakin jelek dan rawan dengan diabetes tipe 2. Makanan ternyata bukan hanya menjadi sumber nutrisi, melainkan juga sumber penyakit. Berikut ini adalah jenis makanan yang dapat memicu diabetes:

1. Makanan yang Tinggi Lemak Trans dan Minim Serat

Makanan yang mengandung lemak trans tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular, seperti contohnya penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu, makanan tersebut juga dapat meningkatkan resiko kencing manis karena cenderung menyebabkan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Karenanya pemilihan jenis makanan yang akan dikonsumsi sangatlah penting guna mengurangi timbulnya berbagai masalah kesehatan, khususnya diabetes. Berikut ini akan diberikan daftar tiga jenis makanan yang dapat meningkatkan resiko kencing manis.

2. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji merupakan makanan yang memang konsumsinya sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena makanan tersebut umumnya tidak memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan tubuh. Selain itu, makanan cepat saji biasanya mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular dan terjadinya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Oleh karena itu, ada baiknya jika anda mengurangi konsumsi makanan cepat saji tersebut. Akan lebih baik jika anda mulai menambah makanan berserat seperti sayuran hijau dan buah. Selain karena minim nutrisi dan kaya lemak trans, masakan cepat saji juga memiliki indeks glikemik yang tinggi. Itu artinya makanan tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cukup drastis. Lonjakan kadar gula darah yang terjadi, tentu saja akan semakin meningkatkan sekresi insulin. Dengan begitu, sel beta pankreas akan dipaksa untuk mensekresikan insulin dalam jumlah yang banyak. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka akibatnya sel beta pankreas akan menjadi rentan terhadap kerusakan yang nantinya dapat mengurangi sekresi insulin yang dihasilkan.

3. Makanan Manis

Konsumsi makanan manis dan penggunaan gula dalam makanan maupun minuman sebenarnya tetap diperbolehkan, asal porsinya tidak berlebihan. Ini berlaku untuk penderita diabetes maupun non-penderita. Khusus untuk makanan dan minuman yang diolah sendiri di rumah, kami sarankan untuk memakai gula alami, seperti gula aren sebagai pemanis. Mengapa gula aren? Gula aren memiliki indeks glikemik yang relatif rendah jika dibandingkan dengan gula pasir, sehingga lebih aman dikonsumsi. Namun hendaknya, penggunaan gula aren sebagai pemanis juga tidak berlebihan agar tidak semakin meningkatkan indeks lelah sel beta pankreas. Sementara itu, untuk jenis makanan olahan pabrik, penggunaan gula biasanya dalam bentuk gula alkohol, seperti xylitol, sorbitol dan semacamnya. Jika dilihat dari jumlah kalorinya, gula alkohol memang memiliki jumlah kalori yang relatif rendah. Namun hal ini bukan berarti bahwa penggunaan gula alkohol sama amannya dengan gula aren. Para peneliti bahkan belum berhasil mengetahui efek negatif pemakaian gula alkohol secara berlebihan terhadap gula darah. Karenanya akan lebih baik jika konsumsi makanan yang menggunakan gula alkohol tersebut sedikit dibatasi. Apapun jenis gula yang dipakai, sebaiknya porsinya diperhatikan, terlebih lagi untuk penderita diabetes.

4. Makanan dengan Kandungan Karbohidrat Sederhana

Makanan dengan karbohidrat sederhana memang lebih cenderung menyebabkan lonjakan terhadap kadar gula darah sehingga konsumsi secara berlebihan sebaiknya dihindari, khususnya karbohidrat sederhana yang ada pada nasi dan roti putih. Namun kenyataannya konsumsi keduanya akan sangat sulit untuk dikurangi mengingat masyarakat Indonesia sangat bergantung pada nasi dan roti sebagai sumber karbohidratnya. Dengan begitu, mereka akan lebih rentan terhadap resiko kencing manis, dibandingkan mereka yang mengkonsumsi produk olahan gandum dan beras merah. Mungkin sebagian dari anda akan bertanya mengapa konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana sebaiknya dikurangi? Perlu diingat bahwa karbohidrat sederhana tidak memerlukan proses pencernaan yang lama untuk dapat dicerna oleh tubuh. Dengan begitu, karbohidrat sederhana akan lebih cenderung meningkatkan pelepasan gula ke dalam aliran darah. Pelepasan gula ke dalam aliran darah kemudian merangsang pelepasan insulin oleh sel beta pankreas. Hal ini memang dapat menstabilkan kembali kadar gula dalam darah. Namun ketika asupan karbohidrat sederhana terjadi secara terus menerus, maka pelepasan gula ke dalam aliran darah juga akan terus meningkat. Akibatnya tentu saja sekresi insulin pun akan terus tejadi sehingga semakin meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada sel beta pankreas (indeks lelah sel beta pankreas meningkat). Kerusakan yang terjadi inilah yang merupakan penyebab kencing manis yang seharusnya dicegah selagi bisa. Guna mengurangi resiko kencing manis tersebut, akan lebih baik jika anda mengkonsumsi beras merah, beras hitam dan gandum sebagai pengganti nasi dan roti.

Solusi agar Gula Darah Tetap Stabil

Seringkali dengan menjaga konsumsi makanan tidak banyak membantu mengingat sebagian orang akan lebih cenderung sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi. Karenanya pencegahan terhadap penyakit diabetes, khususnya dan masalah kesehatan lainnya tentu sangat diperlukan. Dalam hal ini, produk kesehatan yang terbukti mampu menjaga kestabilan gula darah dan membantu melindungi tubuh dari berbagai masalah kesehatan sekaligus memperbaiki fungsi tubuh yang mengalami gangguan adalah Tahitian Noni. Buktikan sendiri khasiatnya dalam hal pengobatan penyakit kencing manis, menjaga kestabilan gula darah dan memproteksi tubuh anda dari serangan penyakit.

Klik DI SINI agar gula darah Anda tetap normal dan stabil