Diabetes mellitus tipe 1 merupakan penyakit kronis yang akan selalu ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat rusaknya sel beta pankreas. Rusaknya sel beta pankreas umumnya baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan kadar gula darah. Biasanya kerusakan sel beta pankreas tidak dapat dicegah. Penyebab kerusakan masih belum diketahui secara pasti. Namun sebagian besar ahli medis menganggap bahwa penyakit pada pankreas, penggunaan obat dalam jangka waktu yang lama dan tubuh yang terlalu sering terpapar bahan kimia dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan sel beta pankreas.

Fungsi Sel Beta Pankreas

Sebagian besar dari anda mungkin bertanya mengapa kerusakan sel beta pankreas dapat memicu peningkatan kadar gula darah. Apa sebenarnya fungsi sel beta pankreas? Perlu anda ketahui bahwa sel beta pankreas merupakan kelenjar penghasil utama insulin bagi tubuh. Insulin sendiri merupakan hormon yang berfungsi membantu proses metabolisme gula di  dalam tubuh.
Sel Beta Pankreas Merupakan Kelenjar Penghasil Utama Insulin Bagi Tubuh

Sel Beta Pankreas Merupakan Kelenjar Penghasil Utama Insulin Bagi Tubuh

Kerusakan yang terjadi pada sel beta pankreas nantinya akan menyebabkan kurangnya produksi insulin yang dihasilkan atau bahkan tidak ada insulin sama sekali yang dapat diproduksi. Jika sudah demikian halnya maka akan berakibat pada proses metabolisme gula. Proses metabolisme gula memerlukan insulin yang cukup sehingga nantinya gula dapat diserap masuk oleh sel. Akibat tidak adanya insulin yang dipicu oleh rusaknya sel beta pankreas maka proses metabolisme gula akan terhambat sehingga gula pun akan tetap berada dalam aliran darah. Gula yang tetap berada dalam aliran darah, apabila jumlahnya masih dibawah atau sama dengan nilai batas ambang ginjal, maka tidak akan berdampak negatif bagi tubuh. Namun apabila jumlahnya melebihi nilai batas ambang ginjal, yaitu lebih dari 180 mg/dL, maka kelebihan gula dalam darah tersebut akan dibuang oleh ginjal bersama dengan urin. Dibuangnya kelebihan gula dalam darah sebenarnya guna menstabilkan kembali kadar gula darah. Namun yang terjadi justru kadar gula darah terus meningkat akibat tidak adanya produksi insulin yang cukup untuk mencerna gula menjadi energi dan cadangan makanan.

Mekanisme Peningkatan Kadar Gula Darah

Kelebihan gula yang dibuang bersama dengan urin sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Hal ini mengingat gula merupakan bahan baku energi dan cadangan makanan bagi tubuh. Gula tersebut sebenarnya dihasilkan dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Setelah melalui proses pencernaan dengan melibatkan enzim, karbohidrat yang terdapat dalam makanan akan diubah menjadi gula. Gula yang dihasilkan kemudian dengan bantuan insulin akan diserap oleh sel agar diubah menjadi energi dan cadangan makanan. Sayangnya akibat rusaknya sel beta pankreas yang berdampak pada produksi insulin, maka proses metabolisme gula pun terhambat. Akibatnya gula pun tetap berada dalam aliran darah sehingga kadar gula darah pun meningkat drastis. Peningkatan kadar gula darah normalnya terjadi dua jam setelah makan namun setelah itu kadar gula darah akan kembali normal. Lain halnya dengan penderita diabetes yang kadar gula darahnya tetap meningkat akibat tidak adanya produksi insulin yang cukup untuk membantu proses metabolisme gula sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah.

Pengobatan Diabetes Tipe 1

Pemberian Insulin Buatan Hanya Akan Menyebabkan Ketergantungan pada Penderita DiabetesPenderita diabetes melitus tipe 1 umumnya akan diberi suplai insulin buatan dari luar tubuh. Ada tiga cara pemberian insulin buatan tersebut, yaitu melalui suntikan, oral dan semprot hidung. Namun umumnya metode pemberian insulin buatan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara suntik. Hal ini mengingat keefektifan metode pemberian insulin secara oral maupun semprot hidung yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Pemberian insulin pada penderita dm tipe 1 bertujuan untuk menstabilkan kadar gula darah. Pemberian insulin memang terbukti efektif mampu menstabilkan kembali kadar gula darah penderita yang sebelumnya mengalami peningkatan drastis. Namun sayangnya penderita nantinya akan sangat bergantung pada pemberian insulin buatan. Hal ini mengingat efek yang diberikan hanya sementara. Bagaimana dengan obat diabetes melitus? Pemberian obat jarang dilakukan pada penderita diabetes tipe 1. Hal ini sangat beralasan sekali mengingat kerusakan sel beta pankreas yang terjadi yang berdampak pada berkurangnya produksi insulin. Karenanya pemberian obat tidak akan efektif, mengingat obat yang diberikan berfungsi untuk meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin. Padahal justru yang diperlukan penderita adalah produksi insulin yang cukup guna menstabilkan kadar gula darahnya.

Pengobatan Alternatif Untuk Diabetes Tipe 1

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pemberian insulin buatan hanya mampu memberikan efek sembuh sementara. Hal ini karena pemberian insulin tidak akan menyelesaikan akar permasalahan diabetes. Perlu diingat bahwa untuk dapat sembuh total dari diabetes tipe 1, perbaikan atau regenerasi sel beta pankreas harus diupayakan. Sayangnya langkah medis guna merangsang perbaikan sel beta pankreas masih dalam tahap penelitian. Bagaimana dengan pengobatan alternatif? Tahitian Noni yang telah digunakan sejak ratusan tahun yang lalu untuk terapi herbal diabetes melitus dan menstabilkan kadar gula darah telah teruji secara klinis mampu merangsang perbaikan sel pada sel beta pankreas yang rusak sehingga nantinya sel beta pankreas dapat kembali menjalankan fungsinya dengan baik sebagai penghasil utama insulin bagi tubuh.

Klik Di Sini untuk terbebas dari ketergantungan insulin buatan