Asupan karbohidrat dalam jumlah yang cukup sangatlah penting bagi tubuh. Hal ini karena karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh. Asupan karbohidrat jenis tertentu secara berlebihan akan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cukup drastis. Lalu bagaimana solusinya? Semua akan dibahas dalam Artikel ini.

Tidak semua karbohidrat itu sama. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat yang selama ini kita konsumsi, baik yang diperoleh dari nasi maupun roti. Ternyata justru kebiasaan mengkonsumsi nasi dan roti inilah yang dapat meningkatkan resiko diabetes yang kita miliki.

Terkait dengan resiko diabetes tersebut, maka kami merasa perlu membagikan informasi mengenai efek negatif konsumsi nasi dan roti terhadap gula darah sekaligus mengenalkan alternatif makanan pengganti yang tidak kalah lezatnya dengan nasi dan roti.

Solusi untuk Mengurangi Resiko Diabetes dengan Asupan Karbohidrat yang Cukup

Sebagian besar dari anda mungkin akan mulai berpikir untuk menghindari konsumsi nasi dan makanan lain yang mengandung karbohidrat guna mengurangi resiko kencing manis. Namun tindakan tersebut justru dapat membuat Anda kekurangan karbohidrat. Dalam hal ini, Anda harus tetap mengkonsumsi karbohidrat. Namun perlu memilih jenis dan porsi yang tepat.  Jenis karbohidrat yang baik untuk menjaga kestabilan kadar gula darah adalah karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis karena ia memerlukan proses pencernaan berkali-kali untuk dapat diserap tubuh. Dengan begitu, karbohidrat kompleks akan lebih cenderung menghambat pelepasan gula ke dalam aliran darah seperti halnya ketika memperoleh asupan serat. Lalu makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi guna memperoleh asupan karbohidrat kompleks tersebut? Berikut ini beberapa makanan sumber karbohidrat kompleks yang dapat anda pertimbangkan.

Bapak Ibu

Beras Merah

Beras merah selain mengandung karbohidrat kompleks juga mengandung serat sehingga konsumsinya akan sangat bermanfaat dalam hal menjaga kestabilan kadar gula darah. Selain itu, kandungan protein dan vitamin B pada beras merah juga sangat tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein nabati dan vitamin tubuh.

Beras Hitam

Beras hitam sebenarnya merupakan varian beras putih yang biasanya kita konsumsi sehari-hari. Hanya saja beras hitam masih memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan tubuh. Berbeda halnya dengan beras putih yang sudah mengalami proses penggilingan berkali-kali sehingga jumlah nutrisinya pun berkurang. Karenanya konsumsi beras hitam akan sangat baik manfaatnya bagi kesehatan, terutama dalam hal menjaga kestabilan kadar gula darah. Dengan begitu diharapkan akan dapat membantu mengurangi resiko diabetes.

Namun perlu diingat bahwa beras hitam yang dimaksud bukanlah ketan hitam. Keduanya sangatlah berbeda meskipun sekilas tampak sama. Beras hitam meskipun setelah dimasak sedikit lengket menyerupai ketan, tetap memiliki rasa khas beras. Sementara itu, ketan hitam ketika dimasakpun akan lengket seperti halnya ciri ketan pada umumnya. Namun rasanya akan berbeda dengan beras. Karenanya anda perlu sedikit lebih jeli agar dapat membedakan keduanya.

Beras Coklat

Seperti halnya beras hitam, beras coklat juga merupakan varian beras putih yang belum melalui proses penggilingan sehingga kandungan nutrisinya tetap utuh. Seringkali karena tidak digiling, beras coklat disebut dengan beras pecah kulit. Warnanya yang coklat akan sangat membantu dalam hal membedakan beras ini dengan beras merah dan beras hitam. Namun manfaatnya bagi kesehatan tetap sama, yaitu dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sehingga resiko diabetes pun dapat dikurangi atau bahkan dicegah.

Gandum / Roti Gandum (Whole Wheat Bread)

Gandum juga memiliki kandungan karbohidrat kompleks dalam jumlah yang cukup. Karenanya konsumsi gandum akan lebih baik jika ditambah. Namun mungkin sebagian dari anda harus membiasakan diri terlebih dahulu mengingat rasa asli gandum yang sedikit hambar.

Selain kandungan karbohidrat kompleksnya tersebut, gandum juga memiliki kandungan serat dan protein nabati dalam jumlah yang cukup. Protein nabati, dalam hal ini, dapat menjadi pengganti protein hewani yang umumnya juga mengandung lemak trans. Lemak trans jika asupannya terlalu berlebihan akan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Selain itu, lemak trans juga akan lebih cenderung menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat melipatgandakan resiko diabetes seseorang.

Karenanya agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit diabetes yang sangat berbahaya itu, anda perlu mempertimbangkan kembali konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Lebih disarankan untuk mengurangi konsumsi nasi karena selain indeks glikemiknya tinggi, kandungan karbohidrat sederhananya juga dapat memicu kencing manis. Selain memperhatikan tentang jenis karbohidrat yang dipilih, Anda juga harus memperhatikan porsinya. Jangan sampai terlalu berlebihan.