Insulin merupakan salah satu cara menanggulangi penyakit diabetes melitus, selain obat hipoglikemik oral. Penanggulangan diabetes melitus dengan menggunakan insulin ini memang sudah terbukti mampu membantu menurunkan gula darah penderita. Namun sayangnya, ia belum mampu menanggulangi diabetes melitus sampai tuntas ke akarnya. Hal ini dapat terlihat dari frekuensi penggunaan insulin yang tidak berkurang. Bahkan pada beberapa penderita justru semakin meningkat. Karenanya kemudian muncul beberapa mitos terkait insulin yang diantaranya sama sekali tidak benar. Berikut ini tiga mitos yang paling sering ditemui.

Penggunaan Insulin Menunjukkan Tingkat Keparahan Penyakit

Penanggulangan Diabetes MelitusMitos penanggulangan penyakit diabetes melitus dengan insulin yang pertama terkait dengan level keparahan penyakit. Sebagian besar penderita masih meyakini bahwa pengobatan kencing manis dengan insulin hanya akan diberikan, ketika penyakit gula darah yang diderita sudah tergolong parah.

Hal ini dapat dilihat dari semakin seringnya gejala diabetes mellitus muncul, yang juga diikuti dengan komplikasi diabetes. Meningkatnya frekuensi kemunculan gejala DM dan komplikasi memang merupakan penunjuk seberapa parah penyakit yang diderita. Namun hal ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan penggunaan insulin. Penanganan penderita diabetes melitus yang satu ini akan tetap diberikan tanpa memandang parah atau tidaknya penyakit yang diderita.

Apalagi jika mengingat bahwa insulin buatan sangat diperlukan penderita DM tipe 1 untuk membantu mengendalikan gula darahnya. Jadi kurang tepat rasanya jika penggunaan insulin dihubungkan dengan tingkat keparahan penyakit.

Insulin Hanya Untuk Penderita DM Tipe 1

Pada poin sebelumnya sempat disinggung bahwa insulin biasanya akan diberikan pada pasien diabetes tipe 1, sedangkan pasien diabetes tipe 2 akan diberi obatdiabetes. Namun hal ini bukan berarti bahwa  insulin hanya akan diberikan pada pasien DM tipe 1. Pada beberapa kasus DM tipe 2 justru penggunaan insulin diperlukan, mengingat sel beta pankreas penderita dapat mengalami kerusakan. Ketika hal ini terjadi, maka penderita DM tipe 2 juga dapat diberi insulin untuk membantu mengendalikan gula darahnya.

Insulin Lebih Efektif Dibanding Obat DM Oral

Penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 1 memang terbukti efektif dalam hal menurunkan gula darahnya. Namun ini bukan berarti bahwa insulin lebih efektif dari obat hipoglikemik oral dalam hal menurunkan gula darah penderita. Keduanya terbukti efektif. Namun karena belum mampu mengatasi diabetes sampai tuntas, hasilnya seringkali belum optimal. Karenanya penderita perlu mengupayakan perubahan gaya hidup untuk membantu mengoptimalkan hasilnya. Salah satunya dengan menyusun menu diabetes.