Apakah anda punya kebiasaan merokok? Jika ya, maka anda perlu segera menghentikan kebiasaan buruk anda tersebut. Terlebih lagi jika anda menderita diabetes. Larangan untuk berhenti merokok ini berlaku untuk semua tipe penyakit diabetes yang diderita, dari diabetes melitus pada anak sampai diabetes kehamilan. Larangan ini nantinya berhubungan erat dengan terapi diabetes melitus yang diupayakan penderita, mengingat merokok hanya akan memperparah penyakit diabetes yang diderita dan mengurangi efektifitas terapi diabetes yang sedang dijalani. Terkait dengan hal tersebut, berikut ini akan kami uraikan dampak negatif merokok bagi penderita diabetes seperti dilansir dari Tribun Jakarta (7/11/2012).

Bahaya Merokok Secara Umum

Terapi Diabetes MelitusTerlepas dari anda menderita diabetes atau tidak, kebiasaan anda merokok tetap dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Dampak negatif tersebut timbul akibat kandungan nikotin dalam rokok yang dapat semakin memicu gangguan pada pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah inilah yang nantinya menjadi penyebab munculnya gangguan kesehatan lain yang lebih akut.

Seperti yang mungkin sudah anda ketahui sebelumnya bahwa ketika pembuluh darah mengalami gangguan yang dikenal dengan penyempitan pembuluh darah, maka aliran darah akan terganggu. Akibatnya tekanan darah pun meningkat. Kondisi ini dikenal dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ketika sudah sampai pada tahap hipertensi tersebut, maka dampaknya pun akan mulai menyebar ke organ lainnya. Organ vital yang paling sering dianggap berhubungan dengan hipertensi tersebut adalah jantung dan paru paru. Hal ini tentunya akan sangat penting untuk dipahami oleh penderita diabetes, sehingga pemahaman mereka tidak hanya terbatas pada penyakit diabetes dan pengobatannya atau terapi untuk penyakit diabetes melitus.

Dampak Negatif Rokok Bagi Diabetesi

Selain secara umum diketahui dapat membahayakan kesehatan, merokok ternyata juga berdampak negatif bagi diabetesi, khususnya pada hasil terapi diabetes melitus yang sedang dijalani. Berkurangnya efektifitas atau hasil terapi untuk diabetes melitus tersebut nantinya berhubungan dengan resistensi insulin yang terjadi. Resistensi insulin ternyata dapat semakin dipicu oleh kebiasaan merokok penderita. Jika resistensi insulin semakin sering terjadi, itu artinya gejala diabetes mellitus akan semakin sering muncul dan dirasakan oleh penderita.

Dr. Tri Juli E. Tarigan, Sp.PD, dari Divisi Endokrinologi dan Metabolisme FKUI – RSCM, menuturkan bahwa zat zat yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. Dampaknya tentu saja akan menghambat aliran darah ke seluruh tubuh. Inilah yang nantinya dapat memicu ketidakpekaan sel terhadap insulin yang disekresikan oleh sel beta pankreas. Padahal sensitifitas sel yang tinggi akan dapat membantu menstabilkan kembali kadar gula darah yang meningkat. Intinya, ketika penderita tidak segera menghentikan kebiasaan merokok, maka resistensi insulin akan semakin sering terjadi. Begitu juga halnya dengan lonjakan gula darah.

Bapak Ibu

Resistensi insulin yang semakin sering terjadi tersebut tentunya akan mengurangi efektifitas terapi atau obat penyakit diabetes yang diupayakan. Alih alih mengatasi penyakit yang diderita, penderita justru akan lebih cenderung mengalami ketergantungan obat, mengingat dosis obat akan ditambah jika hasilnya tidak optimal.