Terapi diabetes melitus tipe 2 merupakan metode penanganan diabetes yang secara khusus diberikan untuk penderita DM tipe 2.  Terapi tersebut nantinya bukan hanya bertujuan untuk meringankan gejala penyakit diabetes, tetapi juga untuk mengatasi kencing manis atau penyakit gula darah yang diderita. Meski terbukti efektif, terapi untuk diabetes melitus tipe 2 tersebut ternyata bisa berkurang efektifitasnya akibat beberapa hal. Berikut ini tiga diantaranya.

Merokok

Terapi Diabetes Melitus Tipe 2Merokok ternyata tidak hanya membahayakan non-penderita diabetes, tetapi juga para penyandang diabetes. Menurut dr. Tri Juli E. Tarigan, Sp.PD, dokter Divisi Endokrinologi dan Metabolisme FKUI – RSCM, kebiasaan merokok yang tetap dilakukan oleh penderita nantinya hanya akan memperparah kondisi penyakit yang diderita. Hal ini terjadi karena merokok ternyata dapat semakin meningkatkan resistensi insulin.

Resistensi insulin yang terjadi tentunya akan dapat menghambat terapi untuk diabetes melitus tipe 2 atau pengobatan yang sedang dijalani penderita, baik pengobatan medis maupun pengobatan alternatif diabetes. Resistensi insulin sendiri merupakan permasalahan diabetes yang tengah dihadapi oleh penderita DM tipe 2, dimana sel menjadi kurang peka terhadap insulin yang ada.

Hal ini menyebabkan glukosa, yang seharusnya dapat terserap dengan baik ke dalam sel, tetap berada dalam aliran darah, sehingga kemudian memicu lonjakan gula darah. Untuk menstabilkan gula darah yang mengalami lonjakan tersebut, obat dari dokter maupun obat kencing manis tipe 2 memang dapat digunakan. Namun dengan kebiasaan merokok yang tetap dilakukan, maka hasilnya tidak akan optimal.

Makanan yang Tidak Tepat

Selain kebiasaan merokok, mengkonsumsi makanan yang tidak tepat jenisnya ternyata juga dapat mengurangi efektifitas terapi diabetes melitus tipe 2 yang sedang dijalani. Makanan yang dimaksud adalah nasi putih, gorengan, daging merah, keju, susu tinggi lemak dan makanan dengan indeks glikemik tinggi lainnya. Sementara itu, makanan yang sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes adalah makanan yang kaya serat dan karbohidrat kompleks serta nutrisi lainnya. Makanan tersebut meliputi beras merah, gandum, oat, sayuran berwarna hijau, apel, jeruk, stroberi dan susu rendah lemak.

Bapak Ibu

Kurang Aktifitas Fisik

Aktifitas fisik yang menurun tentunya akan mempengaruhi metabolisme di dalam tubuh. Hal ini nantinya akan dapat semakin memicu penyakit diabetes sekaligus mengurangi efektifitas terapi yang sedang dijalani penderita. Karenanya, baik untuk mengurangi resiko diabetes maupun meningkatkan efektifitas terapi yang sedang dijalani, sangat disarankan untuk meningkatkan aktifitas fisik harian, dengan cara berolahraga secara teratur.