Posted by in Mengenal DM

Apa perbedaan antara diabetes tipe I dan II ?

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa diabetes tipe 1 sama dengan diabetes tipe 2. Hal ini masih dapat dianggap wajar mengingat gejala keduanya memang mirip. Namun pemahaman yang lebih baik terhadap masing-masing penyakit tersebut tentunya akan sangat bermanfaat bagi Anda, khususnya dalam hal pengobatan yang nantinya dijalani. Berikut ini akan kami bagikan informasi penting mengenai beberapa hal yang membuat kedua penyakit gula darah tersebut berbeda. Pastikan anda terus menyimak ulasan kami ini karena ada informasi penting lainnya di akhir artikel nanti.

DM Tipe 1 dan DM Tipe 2 Menyerang Dua Kelompok Umur yang Berbeda

Salah satu perbedaan DM tipe 1 dan DM tipe 2 yang mendasar adalah usia penderitanya. Hal ini karena berdasarkan data statistik, DM tipe 1 lebih sering diderita oleh anak-anak, sedangkan DM tipe 2 lebih sering ditemui pada orang dewasa. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa akar penyebab diabetes tipe 1 adalah gangguan produksi insulin. Gangguan produksi insulin yang terjadi merupakan akibat dari adanya kerusakan pada sel beta pankreas.

Sel beta pankreas sendiri merupakan kelenjar yang bertugas memproduksi insulin. Dengan kata lain, ketika sel beta pankreas mengalami kerusakan, maka produksi insulin akan berkurang. Sementara itu, penyebab terjadinya kerusakan pada sel beta pankreas tersebut masih belum diketahui dengan pasti meskipun infeksi virus diyakini dapat menjadi pemicu kerusakan tersebut. Selain karena infeksi virus, faktor keturunan juga disebut sebut sebagai penyebab kerusakan sel beta pankreas tersebut.

Berbeda halnya dengan DM tipe 1 yang disebabkan oleh gangguan produksi insulin, DM tipe 2 lebih cenderung disebabkan oleh gangguan fungsi insulin. Gangguan fungsi insulin yang terjadi tersebut sebenarnya dapat dipicu oleh beberapa hal yang kemudian disebut sebagai faktor pemicu diabetes. Faktor pemicu tersebut meliputi gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, pola makan yang tidak teratur dan kurangnya aktifitas fisik atau olahraga. Faktor keturunan bukanlah faktor pemicu utama untuk DM tipe 2.

Bapak Ibu

Pengobatan yang Diberikan

Selain karena menyerang kelompok umur yang berbeda, DM tipe 1 dan DM tipe 2 berbeda karena pengobatan yang diberikan untuk keduanya pun berbeda. Penderita diabetes tipe 1 biasanya akan lebih sering diberi sulih insulin daripada obat penurun gula darah. Hal ini karena tubuh penderita lebih memerlukan pasokan insulin jika dibandingkan dengan obat penurun  gula darah.

Sementara itu, untuk penderita diabetes tipe 2 pengobatan yang lebih sering diberikan adalah dalam bentuk obat penurun gula darah. Pada DM tipe 2, tubuh penderita mengalami gangguan fungsi insulin yang kemudian memicu berkurangnya sensitifitas tubuh terhadap insulin. Dalam hal ini, jika penderita diberi sulih insulin, besar kemungkinannya insulin buatan tersebut akan ditolak oleh tubuh karena sensitifitas tubuh terhadap insulin sedang mengalami penurunan.

Fakta: Pengobatan Medis Dapat Memicu Hipoglikemia

Catatan: Hipoglikemia adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah seseorang menjadi sangat rendah (di bawah batas yang ditentukan).

Pengobatan medis yang diberikan pada penderita kencing manis memang menunjukkan hasil yang positif, yaitu kadar gula darah yang mengalami penurunan. Namun tahukah anda bahwa sebenarnya pengobatan medis yang dijalani akan membuat penderita menjadi rentan mengalami hipoglikemia? Hal ini terjadi karena penurunan gula darah (akibat obat dokter) terlalu drastis. Itulah sebabnya sering kali penderita diabetes menjadi lemas bahkan sulit berjalan.

Karena belum mampu mengatasi akar penyebab kencing manis, maka wajar jika penderita diwajibkan untuk selalu minum obat / suntik insulin setiap hari secara terus menerus. Artinya pengobatan medis hanya akan menimbulkan efek ketergantungan pada penderita. Sementara itu, pengobatan tersebut tidak mampu mengatasi akar penyebabnya yang sebenarnya harus diatasi untuk dapat benar-benar terbebas dari kencing manis.

Satu Solusi Tepat untuk Mengatasi DM Tipe 1 dan 2

Ketika pengobatan medis belum mampu menuntaskan permasalahan diabetes yang dialami penderita, maka kemudian penderita mulai mencari alternatif pengobatan lain. Dalam hal ini, mereka cenderung memilih pengobatan herbal untuk membantu mengatasi penyakitnya. Sayangnya penggunaan obat herbal seringkali tidak dianjurkan oleh pihak medis yang menangani penderita. Alasan jelas sekali mengingat sebagian besar obat herbal memang belum teruji secara klinis akan kebenaran khasiatnya.

Meski demikian, penelitian yang dilakukan oleh dr. Neil Solomon terhadap khasiat buah Noni Tahiti dalam hal mengatasi permasalahan diabetes kemudian mulai mengubah anggapan mengenai obat herbal. Tahitian Noni yang merupakan produk kesehatan yang khasiatnya diteliti oleh dr. Neil Solomon tersebut, akhirnya mendapat pengakuan dari dokter-dokter di seluruh dunia dan bahkan WHO, terkait khasiatnya yang mampu menuntaskan permasalahan diabetes.

Obat herbal tersebut sangatlah berbeda dengan obat herbal lain, sebab selain sudah teruji secara klinis khasiatnya, Tahitian Noni sudah diujicobakan pada 27000 pasien yang diantaranya menderita diabetes. Hasilnya menunjukkan bahwa 82% pasien penderita kencing manis dalam ujicoba tersebut berhasil mengatasi penyakitnya. Bukti inilah yang kemudian membuat Tahitian Noni menjadi satu-satunya obat herbal diabetes terpercaya yang layak menjadi solusi diabetes anda.

Obat herbal ini telah teruji khasiatnya secara klinis, dan direkomendasikan oleh lebih dari 1300 dokter dari 80 negara untuk mengatasi diabetes secara permanen.

KLIK DI SINI untuk mengalahkan kencing manis Anda Sekarang

   

Silahkan Tulis Komentar/Pertanyaan Anda tentang Artikel ini

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>