Obat diabetes oral merupakan cara pengobatan diabetes tipe 2 yang dianggap ampuh dalam hal menurunkan gula darah penderita. Benarkah demikian? Ternyata tidak selalu demikian hasilnya, sebab penurunan gula darah hanya akan terjadi ketika penyakit yang diderita baru memasuki tahap awal. Dengan kata lain, untuk penyakit diabetes yang sudah diderita menahun obat diabetes oral biasanya sudah tidak efektif lagi dalam hal menurunkan gula darah penderita.

Selain kurang efektif, dampak penurunan gula darahnya juga cukup drastis sehingga semakin meningkatkan resiko penderita untuk mengalami hipoglikemia. Lalu bagaimana cara mengobati diabetes tipe 2 yang tepat? Sebelum akhir artikel ini, anda akan menemukan jawabannya. Namun sebelum itu, ada baiknya anda mengetahui lebih dahulu alasan mengapa obat diabetes tidak mampu secara efektif mengatasi permasalahan diabetes.

Terdapat Variasi Obat Diabetes

Terdapat beberapa macam obat diabetes yang bisa digunakan penderita untuk membantu menurunkan gula darahnya. Masing-masing obat tersebut tentunya memiliki cara kerja yang berbeda dalam hal menurunkan gula darahnya. Namun efeknya terhadap kadar gula darah kurang lebih sama, meski penurunan gula darah seringkali cukup drastis. Inilah yang kemudian dianggap sebagai pemicu meningkatnya reaksi hipoglikemia.

Baik hipoglikemia maupun hiperglikemia sama bahayanya bagi penderita. Karenanya akan lebih baik jika resiko untuk mengalami keduanya sebisa mungkin dikurangi. Namun dengan cara mengobati kencing manis atau penyakit diabetes yang seperti itu, tentunya akan sulit sekali bagi penderita untuk menghindari hipoglikemia. Ditambah lagi efek samping berupa ketergantungan yang ditimbulkan, maka akan lebih baik jika penderita tidak hanya mengandalkan pengobatan medis sebagai jalan kesembuhan penyakitnya.

Klik Di Sini untuk terhindar dari ketergantungan obat dokter

Pantangan Obat

Selain adanya variasi obat diabetes oral, penderita juga hendaknya mengetahui bahwa beberapa obat tersebut ada yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita dengan kondisi tertentu, seperti misalnya penderita dengan gangguan jantung. Hal ini tentunya akan semakin menyulitkan penderita dalam hal menurunkan gula darahnya. Obat jenis lain mungkin dapat membantu. Namun tetap tidak akan menghindarkan penderita dari resiko hipoglikemia. Apalagi jika obat dikonsumsi dengan dosis yang tidak sesuai atau dikonsumsi sebelum makan, maka efeknya dalam hal memicu hipoglikemia akan semakin buruk.

Bapak Ibu

Penggunaan Lebih dari Satu Jenis Obat

Adanya beberapa variasi obat diabetes oral dengan cara kerja masing-masing obat yang berbeda tentunya akan memungkinkan penggunaan obat secara kombinasi. Seperti misalnya obat jenis biguanide dikombinasikan dengan obat jenis sulfonylurea. Cara pengobatan penyakit gula darah yang seperti ini memang tampak menjanjikan dalam hal menurunkan gula darah. Namun hendaknya perlu diketahui juga mengenai efek samping penggunaan obat secara kombinasi tersebut, mengingat ada kemungkinan efek samping yang ditimbulkan semakin meningkat.

Pilihan Tepat untuk Menurunkan Gula Darah

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa ternyata obat diabetes oral (obat diabetes tipe 2) belum mampu mengatasi permasalahan diabetes sampai tuntas. Obat tersebut hanya mampu membantu menurunkan gula darah penderita yang seringkali justru memicu timbulnya masalah lain, yaitu hipoglikemia. Ini berarti bahwa cara mengobati penyakit diabetes tipe 2 dengan obat tersebut bukanlah cara yang tepat.

Cara pengobatan diabetes melitus lainnya, seperti penggunaan insulin buatan, mungkin dapat menjadi pilihan penderita. Namun hendaknya perlu diketahui bahwa penggunaan insulin buatan pada penderita DM tipe 2 tidaklah efektif, mengingat tubuh penderita tidak sedang mengalami masalah dengan sekresi insulin. Selain itu, penggunaan insulin buatan tersebut biasanya hanya akan diberikan pada penderita DM tipe 2 yang sudah menahun, dimana efek penggunaan obat diabetes oral sudah tidak dapat diandalkan lagi dalam hal menurunkan gula darah. Lalu apa solusi terbaik bagi penderita agar gula darahnya tidak hanya menurun tetapi juga kembali stabil?

Cara mengobati diabetes melitus yang satu ini mungkin akan dianggap sebagai cara mengobati diabetes secara alami, mengingat produk kesehatan yang digunakan memang menggunakan bahan dasar yang berasal dari alam. Dalam hal ini, penderita nantinya akan dihadapkan pada berbagai macam produk kesehatan herbal yang sebagian besar khasiatnya belum teruji. Daripada bingung atau justru mencoba produk kesehatan yang khasiatnya masih belum jelas terbukti secara klinis, maka akan lebih baik jika penderita memahami sumber permasalahan penyakit diabetes tipe 2 yang dideritanya.

Seperti diketahui bahwa penyakit diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin atau berkurangnya kepekaan sel terhadap insulin. Ketika hal ini terjadi, maka akibatnya metabolism glukosa akan terhambat. Glukosa dalam darah, yang seharusnya dapat diserap masuk ke dalam sel dan diproses menjadi energi, tidak dapat masuk ke dalam sel. Ia tetap berada dalam darah sehingga kadar gula darah mengalami lonjakan.

Dengan melihat penyebab diabetes tipe 2 tersebut, maka obat kencing manis herbal yang seharusnya ditempuh adalah yang mampu mengembalikan kepekaan sel terhadap insulin. Cara inilah yang dapat diupayakan jika penderita mengkonsumsi Tahitian Noni juice. Dengan kandungan zat aktif Iridoid yang mampu mengembalikan fungsi tubuh ke keadaan normal, maka kepekaan sel terhadap insulin nantinya akan secara bertahap ditingkatkan. Dengan begitu, gula darah akan kembali stabil tanpa harus mengalami hipoglikemia. Terlebih lagi, konsumsi Tahitian Noni secara teratur dapat membantu mengurangi ketergantungan penderita terhadap obat dokter. Jadi ini saatnya anda mengambil keputusan untuk segera terbebas dari diabetes sekaligus mengurangi ketergantungan anda terhadap obat dokter.

KLIK DI SINI untuk mengalahkan kencing manis anda