Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang berbahaya mengingat belum ditemukannya obat diabetes yang dapat secara efektif mengobati penyakit tersebut sampai tuntas. Hal ini berkaitan erat dengan penyebab penyakit diabetes, yaitu karena rusaknya sel beta pankreas dan/atau adanya resistensi sel terhadap insulin. Cara mengatasi penyakit diabetes yang efektif haruslah mampu merangsang tubuh untuk meregenerasi sel beta pankreas yang rusak sehingga nantinya insulin dapat diproduksi kembali dalam jumlah yang cukup.

Selain dapat meregenerasi sel beta pankreas, obat tersebut juga harus mampu meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin yang ada sehingga insulin dapat berfungsi normal dalam membantu proses metabolisme gula. Bagaimana dengan upaya medis yang ada yang berupa pemberian insulin dan obat hipoglikemik oral? Ketahuilah bahwa keduanya hanya mampu memberikan efek sembuh sementara bagi penderita akibat tidak mampu menuntaskan akar permasalahan diabetes.

Obat Hipoglikemik Oral tidak mampu Menuntaskan Akar Permasalahan DiabetesMengingat upaya medis yang diberikan penderita hanya mampu memberikan efek sembuh sementara maka nantinya penderita akan menjadi sangat tergantung sekali pada obat tersebut. Padahal ketergantungan terhadap keduanya tidak akan memberikan kesembuhan bagi penderita yang sifatnya permanen. Bahkan kedua upaya medis yang diberikan tersebut justru memperbesar resiko penderita terhadap komplikasi diabetes.

Mengingat pengobatan yang ada belum mampu menyelesaikan akar permasalahan diabetes, maka upaya pencegahan haruslah dilakukan sejak dini. Upaya tersebut dapat dimulai dengan mengenali gejala diabetes yang umumnya melekat pada penderita. Berikut definisi untuk masing-masing gejala sakit diabetes yang ada.

  • Sering buang air kecil

Seseorang dikatakan menderita diabetes ketika setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kadar gula darahnya, nilai yang ditunjukkan melebihi nilai kadar gula darah normal. Kadar gula yang meningkat ini umumnya disebabkan oleh dua hal, yaitu karena kerusakan pada sel beta pankreas dan/atau adanya reaksi penolakan sel terhadap insulin. Keduanya akan mengakibatkan gula yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh.

Bapak Ibu

Perlu diketahui bahwa gula yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan seharusnya dapat diubah menjadi energi dan cadangan makanan bagi tubuh melalui proses metabolisme yang melibatkan insulin di dalamnya. Insulin dalam hal ini akan membantu proses metabolisme agar gula dapat terserap oleh sel. Namun sayangnya karena kedua penyebab yang telah disebutkan tadi, proses metabolisme gula menjadi terhambat sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah.

Karena gula tetap berada dalam aliran darah maka kadar gula dalam darah menjadi meningkat. Adanya gula berlebih dalam darah ini dapat menyebabkan timbulnya masalah lain. Karenanya tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula tersebut melalui urin. Agar tidak terlalu pekat urin yang dikeluarkan maka tubuh juga akan menarik cairan tubuh ke dalam urin sehingga menyebabkan penderita sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

  • Penurunan berat badan

Penurunan Berat Badan Akibat Terkena DiabetesPenurunan berat badan umumnya terjadi pada penderita diabetes akibat tubuh mereka kekurangan nutrisi. Ketahuilah bahwa tingginya kadar gula dalam darah memaksa tubuh untuk mengeluarkan kelebihan gula tersebut melalui urin. Hal ini tentu saja mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi karena gula seharusnya dapat diubah menjadi energi maupun cadangan makanan bagi tubuh.

Akibat dari kurangnya nutrisi yang diterima maka tubuh pun terpaksa menggunakan cadangan makanan yang ada untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Jika hal ini terjadi secara kontinyu maka akibatnya cadangan makanan di dalam tubuh akan habis. Akibatnya akan jelas sekali tampak pada tubuh penderita yaitu menurunnya berat badan.

  • Cepat lapar dan cepat haus

Kadar gula yang tinggi menuntut tubuh untuk segera mengeluarkannya bersama dengan urin. Tubuh juga akan menarik cairan tubuh guna mengurangi kepekatan urin yang akan dikeluarkan. Karenanya tubuh pun kekurangan nutrisi. Selain kurangnya suplai nutrisi yang diperoleh tubuh, tubuh juga mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Hal ini tentu saja akibat ditariknya cairan tubuh ke dalam urin guna mengurangi kepekatan urin.

Karena dehidrasi inilah kemudian penderita akan merasa cepat haus dan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan pengganti biasanya penderita akan minum minuman yang manis dan dingin. Minuman ini justru akan memperparah kondisinya karena akan semakin meningkatkan kadar gula dalam darah. Namun hal ini biasanya dilakukan oleh penderita sebelum menyadari bahwa ia menderita diabetes.

Ketika menemui salah satu gejala diabetes di atas, hendaknya segera dilakukan pemeriksaan kadar gula darah agar dapat diketahui secara pasti apakah anda menderita diabetes atau tidak. Ini merupakan langkah awal yang dapat anda lakukan guna mengurangi resiko diabetes.

>>Klik Di Sini agar gula darah Anda tetap stabil<<