Penyakit diabetes melitus sudah sangat akrab dengan masyarakat. Hal ini mengingat banyaknya penderita diabetes yang jumlahnya pun terus bertambah tiap tahunnya. Mengapa selalu bertambah? Tentu hal ini sangat erat kaitannya dengan pemahaman masyarakat akan penyakit diabetes itu sendiri.

Terkait dengan pemahaman akan penyakit diabetes, sebagian besar orang justru belum memahami tentang esensi penyakit tersebut. Hal ini tentunya akan berdampak pada penanganan penyakit yang umumnya baru disadari setelah diderita. Sebagian besar dari mereka justru baru menyadari bahwa dirinya menderita diabetes setelah melakukan pemeriksaan, khususnya pemeriksaan kesehatan secara umum.

Mungkin anda akan bertanya mengenai pentingnya pemahaman yang cukup akan penyakit diabetes. Lalu apa sebenarnya yang perlu dipahami terlebih dahulu? Hal pertama yang harus anda pahami dengan benar adalah mengenai gejala penyakit diabetes. Gejala diabetes mellitus merupakan penunjuk yang dapat dijadikan pedoman sehingga nantinya pemeriksaan kadar gula darah dapat segera dilakukan guna mengetahui apakah gejala penyakit diabetes melitus yang muncul memang benar-benar pertanda bahwa anda menderita diabetes.

Tingginya Kadar Gula Darah Memicu Sering Buang Air Kecil

Tingginya kadar gula darah penderita merupakan pertanda diabetes. Pertanda lainnya meliputi banyaknya kandungan gula dalam urin penderita. Yang perlu diingat terkait kedua pertanda diabetes tersebut ialah keduanya bukan termasuk gejala DM. Keduanya merupakan penunjuk diabetes terhadap gejala gejala diabetes yang muncul.

Tingginya kadar gula darah tersebut sebenarnya dapat dipicu oleh beberapa hal. Namun yang paling umum adalah akibat adanya kerusakan pada sel beta pankreas dan resistensi sel terhadap insulin. Perlu diingat bahwa untuk dapat mencerna gula yang berasal dari makanan, tubuh memerlukan insulin dalam jumlah yang cukup.

Bapak Ibu

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk membantu metabolisme gula di dalam tubuh. Ketika sel beta pankreas mengalami kerusakan, maka akan berpengaruh terhadap produksi insulin. Yang sangat disayangkan apabila kerusakan yang terjadi sangat parah. Hal ini tentu saja akan semakin berpengaruh terhadap jumlah produksi insulin yang dihasilkan.

Resistensi sel terhadap insulin juga memicu peningkatan kadar gula darah. Perbedaan mendasar antara resistensi sel dan kerusakan sel beta pankreas terletak pada produksi insulin yang nantinya dihasilkan. Ketika terjadi resistensi sel terhadap insulin, di dalam tubuh masih dapat dihasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Namun karena resistensi sel terhadap insulin, insulin gagal menjalankan fungsinya dengan baik sehingga proses metabolisme gula pun terhambat.

Terhambatnya proses metabolisme gula ini nantinya akan menyebabkan gula tidak dapat dicerna dan dimanfaatkan sebagai penghasil energi dan cadangan makanan. Akibatnya gula pun tetap berada dalam aliran darah sehingga kadar gula darah pun meningkat. Peningkatan kadar gula darah ini nantinya akan dibuang melalui urin. Namun sebelum itu tubuh telah menarik lebih banyak cairan yang dimilikinya ke dalam urin guna mengurangi kepekatan urin yang akan dikeluarkan. Inilah yang menjadi alasan mengapa penderita akan sering buang air kecil.

Sering Buang Air Kecil Memicu Rasa Cepat Lapar

Akibat terbuangnya gula bersama dengan urin guna menstabilkan kadar gula darah, maka tubuh kehilangan banyak nutrisi penting. Perlu diingat bahwa gula yang terbuang berasma dengan urin tersebut merupakan bahan dasar energi dan cadangan makanan bagi tubuh. Karenanya ketika proses metabolisme gula terhambat sehingga gula harus dibuang bersama dengan urin maka tubuh nantinya akan mengalami malnutrisi.

Malnutrisi yang dialami tubuh akan mendorongnya untuk mengirimkan pesan rasa lapar ke otak sehingga nantinya penderita akan merasa cepat lapar. Sebagai reaksi terhadap munculnya rasa lapar tersebut, maka penderita akan lebih cenderung untuk makan dalam jumlah yang banyak yang justru dapat semakin meningkatkan kadar gula darahnya.

Sering Buang Air Kecil Memicu Dehidrasi – Apa Dampaknya Terkait Dengan Gejala Diabetes?

Selain memicu rasa cepat lapar, intensitas buang air kecil akan memicu dehidrasi. Hal ini mengingat tubuh akan menarik lebih banyak cairan yang dimilikinya ke dalam urin guna mengurangi kepekatan urin yang akan dikeluarkan. Banyaknya cairan tubuh inilah yang menyebabkan dehidrasi sehingga menuntut penderita untuk sering minum terutama dalam jumlah yang banyak. Umumnya minuman yang dipilih adalah yang mengandung banyak gula yang justru akan semakin meningkatkan kadar gula darahnya.

Penurunan Berat Badan Apakah Juga Termasuk Gejala Diabetes?

Penurunan berat badan secara drastis dalam jangka waktu kurang dari tiga bulan harus selalu diwaspadai sebagai salah satu gejala diabetes. Hal ini mengingat akibat kerusakan sel beta pankreas dan/atau resistensi sel terhadap insulin akan memicu malnutrisi pada tubuh. Hal ini akibat dari terhambatnya proses metabolisme gula yang seharusnya dapat dimanfaatkan tubuh sebagai penghasil energi dan cadangan makanan.

Akibat malnutrisi yang dialami tubuh, maka tubuh nantinya akan menggunakan cadangan makanan yang dimilikinya guna memenuhi kebutuhan nutrisi yang hilang. Cadangan makanan yang digunakan secara terus menerus tanpa ada suplai cadangan makanan baru maka akan berakibat pada menurunnya massa tubuh yang secara fisik dapat dilihat sebagai penurunan berat tubuh.

Mengingat gejala diabetes yang muncul dapat dijadikan sebagai patokan mengenai waktu pemeriksaan kadar gula darah, maka sudah sewajarnya jika anda mengenali gejala gejala diabetes melitus tersebut. Hal ini dalam rangka mengurangi resiko diabetes pada masing-masing orang, khususnya mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes.

~>Klik Di Sini agar gula darah Anda tetap stabil<~